<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Kimia &#187; Kimia SMA Kelas X</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/category/kimia-sma-kelas-x/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>Website No.1 Belajar Kimia Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 06:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Hidrat</title>
		<link>http://belajarkimia.com/hidrat/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/hidrat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 22:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Stoikiometri]]></category>
		<category><![CDATA[contoh senyawa hidrat]]></category>
		<category><![CDATA[hidrat]]></category>
		<category><![CDATA[senyawa hidrat]]></category>
		<category><![CDATA[tatanama senyawa hidrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Hidrat merupakan istilah yang dipergunakan dalam senyawa organic maupun senyawa anorganik untuk mengindikasikan bahwa zat tersebut mengandung air. Untuk senyawa organic maka hidrat dibentuk dengan penambahan molekul H2O atau penambahan elemen H+ dan OH- pada molekul organik. Sebagai contoh etilen atau etena CH2=CH2 bila ketambahan molekul H2O akan menjadi etanol CH3-CH2-OH jadi dapat dikatakan etanol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224" class="wp-caption alignleft" style="width: 302px"><img class="size-medium wp-image-224" title="CuSO45H2O" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/CuSO45H2O-292x300.jpg" alt="Hidrat CuSO4.5H2O berwarna biru " hspace="5" width="292" height="300" /><p class="wp-caption-text">Hidrat CuSO4.5H2O berwarna biru </p></div>
<div id="attachment_227" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-227" title="cocl2" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/cocl2.jpg" alt="anhidrat CoCl2 berwarna biru" width="180" height="113" /><p class="wp-caption-text">anhidrat CoCl2 berwarna biru</p></div>
<p>Hidrat merupakan istilah yang dipergunakan dalam senyawa organic maupun senyawa anorganik untuk mengindikasikan bahwa zat tersebut mengandung air. Untuk senyawa organic maka hidrat dibentuk dengan penambahan molekul H2O atau penambahan elemen H+ dan OH- pada molekul organik. Sebagai contoh etilen atau etena CH2=CH2 bila ketambahan molekul H2O akan menjadi etanol CH3-CH2-OH jadi dapat dikatakan etanol merupakan hidrat dari senyawa etena.</p>
<p>Hidrat dalam senyawa anorganik adalah garam yang mengandung molekul air dalam perbandingan tertentu yang terikat baik pada atom pusat atau terkristalisasi dengan senyawa kompleks.  Hidrat seperti ini disebut juga sebagai air terkristalisasi atau air hidrasi. Contoh hidrat anorganik adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>CuSO4.5H2O  Tembaga(II) sulfat pentahidrat</li>
<li>CoCl2.6H2O  Kobalt(II) klorida heksahidrat</li>
<li>SnCl2.2H2O  Timah(II) klorida dihidrat</li>
<li>Na2CO3. 10H2O Natrium karbonat dekahidrat</li>
<li>FeBr2.4H2O Fero bromide tetrahidrat</li>
<li>NiCl2 .4H2O Nikel(II) klorida tetrahidrat</li>
<li>RhCl3.3H2O Rodium(III) klorida trihidrat</li>
<li>Ba(OH)2.8H2O Barium hidroksida oktahidrat</li>
</ul>
<p>Notasi .H2O menyatakan jumlah molekul air dalam setiap molekul hidrat, dan harga n dapat berupa bilangan bulat maupun pecahan. Notasi ini tidak menyatakan bagaimana molekul air terikat pada senyawa garamnya.</p>
<p>Jika hidrat dipanaskan maka dia akan kehilangan molekul airnya, pemanasan yang teus menerus menyebabkan senyawa hidrat kehilangan molekul airnya, jika hal ini terjadi maka senyawa hidrat disebut sebagai anhidrat.</p>
<div id="attachment_226" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-226" title="cocl26h2o" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/cocl26h2o1.jpg" alt="hidrat CoCl6.6H2O berwarna merah" width="180" height="124" /><p class="wp-caption-text">hidrat CoCl6.6H2O berwarna merah</p></div>
<div id="attachment_227" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-227" title="cocl2" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/cocl2.jpg" alt="anhidrat CoCl2 berwarna biru" width="180" height="113" /><p class="wp-caption-text">anhidrat CoCl2 berwarna biru</p></div>
<p>Contoh reaksi:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #003366;">CuSO4.5H2O(s)     -&gt;   CuSO4(s)   +  5H2O</span></strong></p>
<p>CuSO4 disebut sebagai anhidrat dari hidrat CuSO4.5H2O. Beberapa senyaw hidrat berbeda warna dengan senyawa anhidratnya. Hidrat CuSO4.5H2O berwarna biru sedangkan anhidrat CuSO4 berwarna putih. Hidrat CoCl2.6H2O bewarna merah sedangkan anhidratnya berwarna biru. Jadi perubahan warna ini bisa kita jadikan sebagai indikasi perubahan dari hidrat ke anhidrat atau sebaliknya.</p>
<p>Perbandingan antara mol anhidrat dengan mol air yag dilepaskan oleh hidrat dapat kita jadikan patokan sebagai cara untuk menentukan formula senyawa hidrat. Sebagai contoh hidrat Na2CO3.10H2O selalu memiliki perbandingan mol Na2CO3 : H2O = 1 : 10. Dengan cara ini kita bisa mengetahui rumus formula hidrat yang lainnya.</p>
<p>Untuk mengethaui dan belajar soal dan pembahasan stoikiometri hidrat silahkan klik <a title="soal-soal hidrat" href="http://belajarkimia.com/soal-soal-stoikiometri-hidrat ">&#8220;soal-soal stoikiometri hidrat</a>&#8220;, anda akan menemukan banyak soal tentang hidrat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/hidrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Teori Atom Bagian II: Model Atom Bohr</title>
		<link>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[jari-jari bohr]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan model atom rutherford]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan dan kekurangan model atom bohr]]></category>
		<category><![CDATA[model atom bohr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Dari postingan saya tentang “perkembangan teori atom bagian I” telah dibahas teori atom dari Dalton, Thomson, dan Rutherford. Model atom Rutherford meyatakan bahwa electron bermuatan negative mengelilingi inti atom pejal yang bermuatan positif. Menurut hokum mekanika klasik bentuk atom yang demikian itu memiliki kelemahan yaitu pada saat electron mengelilingi inti, electron ini akan terus menerus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari postingan saya tentang “<a href="http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/ ">perkembangan teori atom bagian I</a>” telah dibahas teori atom dari Dalton, Thomson, dan Rutherford. Model atom Rutherford meyatakan bahwa electron bermuatan negative mengelilingi inti atom pejal yang bermuatan positif. Menurut hokum mekanika klasik bentuk atom yang demikian itu memiliki kelemahan yaitu pada saat electron mengelilingi inti, electron ini akan terus menerus mengeluarkan radiasi elektromagnetik. Dengan demikian electron akan kehilangan energi dan gerakannya akan secara gradual menjadi spiral dan sampai akhirnya electron akan jatuh ke inti. Model atom seperti ini tidak dapat diterima disebabkan dengan teori ini maka semua atom yang ada di alam adalah tidak stabil.</p>
<p>Kekurangan model Rutherford yang lain yaitu ketika electron mulai bergerak spiral menuju inti, gerakan electron akan semakin cepat dan frekuensi emisinnya akan bertambah besar karena orbit electron semakin kecil. Hal ini akan menghasilkan spectrum emisi kontinu, padahal kenyatannya emisi atom yang telah diteliti pada saat itu hanya melibatkan emisi pada frekuensi-frekuensi tertentu (spectrum garis).</p>
<p>Kekurangan ini akhirnya  disempurnakan oleh Niels Bohr yang mengajukan model atom sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Elektron mengelilingi inti atom dengan lintasan-lintasan tertentu. Lintasan-lintasan ini berjarak tertentu terhadap inti atom dan setiap lintasan memiliki tingkat energi yang tertentu pula.</li>
<li>Electron tidak kehilangan energi secara kontinu pada saat dia mengelilingi inti atom. Elektron akan mengeluarkan atau meyerap gelombang radiasi dengan frekuensi tertentu. Dimana besarnya energi dinyatakan dalam ?E = hv</li>
</ul>
<p>Dengan demikian Bohr mengajukan model atom seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="model atom bohr" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/model-atom-bohr.png" alt="model atom bohr" width="310" height="270" /></p>
<p>Model atom Bohr merupakan model primitive atom hydrogen. Dan model ini hanya dapat diterapkan pada atom hydrogen dan atom/ion lain yang mirip seperti atom hydrogen seperti atom helium yang terionisasi dan atom litium yang terionisasi dua kali.</p>
<p>Walaupun  model atom Bohr memiliki kekurangan, namun karena kesederhanaan dan beberapa perhitungan pada sistem tertentu adalah benar maka sampai sekarang model atom Bohr masih diajarkan. Hal penting dari model atom Bohr adalah aplikasi hukum mekanika klasik pada electron yang bergerak mengelilingi inti dapat diterapkan dengan batasan-batasan hokum kuantum. Seperti momentum angular (L) dinyatakan sebagai bilangan bulat dikalikan dengan suatu unit yang sudah tertentu pula:</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>L = n.h/2?</strong></h2>
<p>Dengan “n” disebut sebagai bilangan kuantum utama. Dengan nilai n terkecil adalah 1 Bohr menghitung bahwa lintasan terkecil electron adalah sekitar 0.0529 nm yang dikenal sebagai “jari-jari Bohr”.  Dengan menggunakan persamaan momentum engular diatas Bohr juga mampu menghitung besarnya energi yang ada di setiap lintasan electron pada atom hydrogen atau atom/ion seperti hydrogen.</p>
<p>Jumlah electron dalam setiap lintasan dinyatakan dalam persamaan</p>
<h2 style="text-align: center;">2n<sup>2</sup></h2>
<p>dimana n adalah nomor kulit/lintasan atom. Untuk kulit pertama kita biasanya menyebut sebagai kulit K, L untuk kedua, M untuk ulit ketiga dan seterusnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Teori Atom Bagian I</title>
		<link>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[definisi atom]]></category>
		<category><![CDATA[model atom dalton]]></category>
		<category><![CDATA[model atom rutherford]]></category>
		<category><![CDATA[model atom thompson]]></category>
		<category><![CDATA[teori atom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari tentang teori atom sangatlah penting sebab atom merupakan penyusun materi yang ada di alam semesta. Dengan memahami atom kita dapat mempelajari bagaimana satu atom dengan yang lain berinteraksi, mengetahui sifat-sifat atom, dan sebagainya sehigga kita dapat memanfaatkan aam semesta untuk kepentingan umat manusia. Nama “atom” berasal dari bahasa Yunani yaitu “atomos” diperkenalkan oleh Democritus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempelajari tentang teori atom sangatlah penting sebab atom merupakan penyusun materi yang ada di alam semesta. Dengan memahami atom kita dapat mempelajari bagaimana satu atom dengan yang lain berinteraksi, mengetahui sifat-sifat atom, dan sebagainya sehigga kita dapat memanfaatkan aam semesta untuk kepentingan umat manusia.</p>
<p>Nama “atom” berasal dari bahasa Yunani yaitu “atomos” diperkenalkan oleh Democritus yang artinya tidak dapat dibagi lagi atau bagain terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi. Konsep atom yang merupakan penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi pertama kali diperkenalkan oleh ahli filsafat Yunani dan India.</p>
<p>Konsep atom yang lebih modern muncul pada abab ke 17 dan 18 dimana saat itu ilmu kimia mulai berkembang. Para ilmuwan mulai menggunakan teknik menimbang untuk mendapatkan pengukuran yang lebih tepat dan menggunakan ilmu fisika untuk mendukung perkembangan teori atom.</p>
<p><strong><span style="color: #000080;"><br />
Teori Atom Dalton</span></strong></p>
<p>John Dalton seorang guru berkebangsaan Ingris menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur selalu bereaksi dengan perbandingan angka bulat sederhana (selanjutnya lebih dikenal dengan hokum perbandingan berganda) dan mengapa gas lebih mudah larut dalam air dibandingkan yang lain. Dalton menyusun teori atomnya berdasarkan hukum kekekalan massa dan hokum perbandingan tetap. Dimana konsep atomnya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Setiap unsur tersusun dari partikel kecil yang disebut sebagai atom.</li>
<li>Atom dari unsur yang sama adalah identik dan atom dari unsur yang tidak sama berbeda dalam beberapa hal dasar.</li>
<li>Senyawa kimia dibentuk dari kombinasi atom. Suatu senyawa selalu memiliki perbandingan jumlah atom dan jenis atom yang sama.</li>
<li>Reaksi kimia melibatkan reorganisasi atom yaitu berubah bagaimana cara mereka berikatan akan tetapi atom-atom yang terlibat tidak berubah selama reaksi kimia berjalan.</li>
</ul>
<p>Model atom Dalton ini biasanya disebut sebagai model atom bola billiard dimana warna bola billiard yang berbeda-beda merupakan symbol atom unsur yang berbeda.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-201" title="modelatomdalton" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/modelatomdalton.jpg" alt="modelatomdalton" width="300" height="225" /><br />
<span style="color: #000080;"><strong>Teori Atom Thompson</strong></span></p>
<p>Dengan adanya teori atom yang dikemukakan oleh Dalton maka banyak sekali para ilmuwan yang ingin menyelidiki tentang atom. Mereka penasaran tentang apa itu atom dan apa penyusunnya? Salah satunya adalah <a title="teori atom jj thompson" href="http://belajarkimia.com/penemuan-elektron-dan-model-atom-jj-thomson/" target="_self">J.J Thompson</a>, dia melakukan percobaan dengan menggunakan tabung katoda. Dia menemukan bahwa apabila tabung katoda di beri tegangan tinggi maka suatu “sinar” yang dia sebut sebagai “sinar katoda” akan dihasilkan.</p>
<p>Disebabkan sinar ini muncul pada elektroda negative dan sinar ini enolak kutub negative dari medan listrik yang diaplikasikan ke tabung katoda maka Thompson menyatakan bahwa sinar katoda tersebut tak lain adalah aliran partikel bermuatan negative yang dikemudian hari disebut sebagai electron. Dengan mengganti katoda menggunakan berbagai macam logam maka Thompson tetap menghasilkan jenis sinar yang sama.</p>
<p>Berdasarkan hal ini maka Thompson menyatakan bahwa setiap atom pasti memiliki electron, disebabkan atom bersifat netral maka dalam atom juga harus megandung sejumlah muatan positif. Sehingga dia meyataan bahwa:</p>
<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">“Atom terdiri dari awan bermuatan positif yang terdistribusi sedemikian rupa dengan muatan negative tersebar secara random di dalamnya”</span></p></blockquote>
<p>Model atom ini kemudian disebut sebagai “plum pudding model” yang di Indonesai lebih dikenal sebagai model roti kismis.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-203" title="odelatomthompson" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/odelatomthompson.png" alt="odelatomthompson" width="180" height="180" /><br />
<span style="color: #000080;"><strong>Teori Atom Rutherford</strong></span></p>
<p>Penemuan electron sebagai salah satu penyusun atom oleh Thompson membuat para ilmuwan pada saat itu semakin bergairah untuk meneliti penyusun atom salah satunya adalah Ernest Rutherford.</p>
<p><a title="teori atom rutherford" href="http://belajarkimia.com/penemuan-inti-atom-dan-model-atom-rutherford/" target="_self">Rutherford</a> ingin membuktikan kebenaran teori atom yang dikemukakan oleh Thompson dengan menggunakan sinar radioaktif. Pada saat itu ilmu tentang radioaktif sudah mulai berkembang terutama pada saat ditemukannya uranium yang dapat memancarkan sinar radioaktif.</p>
<p>Eksperimen Rutherford dilakukan dengan menembakkan partikel alfa (?)-yang kemudian diketahui sebagai inti atom Helium bermuatan positif pada lempengan tipis emas. Bila teori atom Thompson benar maka hampis semua berkas sinar alfa ini akan diteruskan dengan sedikit sekali sinar yang akan dibelokkan.</p>
<p>Akan tetapi hasil yang diperoleh Rutherford sungguh diluar prediksinya. Walaupun sebagian besar sinar alfa diteruskan, terdapat sejumlah besar sinar alfa yang dibelokkan dengan sudut yang besar, bahkan terdapat sinar alfa yang dikembalikan lagi tanpa pernah menyentuh detector.</p>
<p>Dengan percobaan ini maka Rutherford menarik kesimpulan tentang teori atomnya:</p>
<ul>
<li>Sebagian besar sinar alfa yang menembus pelat tipis emas terjadi disebabkan sebagian besar atom adalah ruang kosong (ruang terbuka).</li>
<li>Sinar alfa yang dibelokkan dengan sudut besar terjadi karena mendekati inti atom.</li>
<li>Sinar alfa yang dipantulkan kembali adalah sinar alfa yang menumbuk inti atom</li>
</ul>
<p>Dengan asumsi ini maka Rutherford mengajukan bahwa atom bukan merupakan benda pejal seperti yang dikemukakan oleh Thompson akan tetapi atom memiliki inti atom yang sangat pejal (massive) dimana berat atom terletak dan electron yang mengitari inti dengan jarak yang cukup besar jika dibandingkan dengan diameter inti atom. Itulah sebabnya mengapa atom sebagian besar adalah ruang kosong. Atau kita bisa mengatakan bahwa ukuran inti atom relative sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan atom itu sendiri.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="modelatomrutherford" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/modelatomrutherford.png" alt="modelatomrutherford" width="180" height="203" /></p>
<p>Setelah penemuan Rutherford ini maka para ilmuwan menyadari bahwa atom bukan merupakan zat tunggal akan tetapi dibangun oleh subpartikel atom. Dengan penelitian selanjutnya mereka mengetahui bahwa inti atom bermuatan positif (dimana jumlah muatannya sama dengan nomor atom). Dan penelitian selanjutnya para ilmuwan menemukan bahwa jumlah electron adalah sama dengan nomor atom, dengan demikian atom bermuatan netral (muatan positif = muatan negatifnya).</p>
<p>Sumber gambar:</p>
<ul>
<li>http://www.wikipedia.org</li>
<li>http://www.sxc.hu/</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urutan Kekuatan Asam Larutan HCl, HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4</title>
		<link>http://belajarkimia.com/urutan-kekuatan-asam-larutan-hcl-hclo-hclo2-hclo3-dan-hclo4/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/urutan-kekuatan-asam-larutan-hcl-hclo-hclo2-hclo3-dan-hclo4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 14:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia Unsur]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan keasaman asam oksi]]></category>
		<category><![CDATA[dan HClO4]]></category>
		<category><![CDATA[HClO]]></category>
		<category><![CDATA[HClO2]]></category>
		<category><![CDATA[HClO3]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan asam]]></category>
		<category><![CDATA[Urutan Kekuatan Asam Larutan HCl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimanakah anda dapat menurutkan kekuatan asam dari senyawa-senyawa HCl, HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4? Paramater apa yang bisa anda gunakan untuk mengukur derajat keasaman senyawaan tersebut? Trend kekuatan asam diatas dapat ditentukan dengan parameter berikut: Kekuatan asamnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya oksigen yang terikat pada atom pusat. Kekuatan asam akan semakin besar dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bagaimanakah anda dapat menurutkan kekuatan asam dari senyawa-senyawa HCl,  HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4? Paramater apa yang bisa anda gunakan untuk mengukur derajat keasaman senyawaan tersebut?</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Trend kekuatan asam diatas dapat ditentukan dengan parameter berikut:</span></strong></p>
<ul>
<li> Kekuatan asamnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya oksigen yang terikat pada atom pusat.</li>
<li> Kekuatan asam akan semakin besar dengan semakin besarnya bilangan oksidasi atom pusat (dalam kasusini adalah atom Cl)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dengan menggunakan parameter diatas tentunya kamu sudah bisa mengurutkan kekuatan asam dari senyawaan diatas bukan? Untuk mengetahui &#8220;Kenapanya&#8221; maka anda bisa membaca keterangan berikut ini dan Struktur asam-asam tersebut adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/senyawaoksiklor.JPG" border="1" alt="struktur HClO-HClO2-HClO3-HClO4" /></p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Penjelasan secara kualitatif</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Bronsted-Lowry asam adalah donor proton, jadi kekuatan asam ditentukan oleh seberapa mudah suatu spesies untuk mendonorkan protonnya. Semakin mudah suatu spesies mendonorkan protonnya maka keasamannya akan semakin kuat begitu juga dengan sebaliknya. Mudah tidaknya suatu spesies asam untuk mendonorkan protonnya dapat dilihat dari seberapa besar harga Ka dan seberapa besar asam tersebut terionisasi dalam larutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita perhatikan senyawaan HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4 yang terionisasi dalam air dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p align="justify">HClO  + H2O   -&gt; H3O+  + ClO-<br />
HClO2 + H2O  -&gt; H3O+  + ClO2-<br />
HClO3 + H2O  -&gt; H3O+  + ClO3-<br />
HClO4 + H2O  -&gt; H3O+  + ClO4-</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin besar jumlah spesies asam  yang terionisasi maka asam tersebut akan semakin kuat dan sebaliknya. Bagaimana kita dapat menentukan asam-asam diatas, yang mana yang akan terionisasi sempurna dan mana yang terionisasi sebagian untuk dapat kita gunakan dalam menentukan kekuatan asamnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Cara yang dapat anda gunakan adalah dengan menentukan kestabilan anion sisa asam dalam larutan yaitu anion ClO-, ClO2-, ClO3-, dan ClO4-. Semakin stabil anionnya maka semakin banyak asamnya terionisasi dan otomatis asamnya semakin kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana anda dapat menentukan kestabilan anion-anion tersebut? Jawabanya adalah dengan cara melihat bagaimana anion tersebut mendistribusikan muatan negatifnya ( atau dengan kata lain melihat struktur resonansinya). Semakin banyak jumlah atom oksigen maka anion diatas semakin stabil, karena semakin banyak jumlah atom oksigen yang dapat menerima pendistribusian muatan negatifnya, hal ini juga berarti anion tersebut memiliki banyak struktur resonansi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ilustrasi, kita lebih ringan membawa suatu beban bersama 4 orang daripada membawa beban yang sama dengan dua orang saja. Untuk kasus diatas anggap saja bebanya adalah muatan negatif, ion ClO4- dapat mendistribusikan muatan negatifnya pada 4 atom oksigen sedangkan ion ClO3- hanya dapat mendistribusikan muatan negatifnya pada 3 atom oksigen, dua untuk ion ClO2-, dan sayangnya ion ClO- tidak bisa mendistribusikan muatan negatifnya, sehingga ClO4- jauh lebih stabil dibanding anion yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian urutan anion yang stabil diatas adalah ClO4-&gt;ClO3-&gt;ClO2-&gt;ClO-. Ingat semakin stabil anion artinya semakin banyak asam yang terionisasi sehingga kekuatan asamnya juga semakin besar oleh sebabitu  urutan kekuatan asamnya dari yang terbesar adalah HClO4 &gt; HClO3 &gt; HClO2 &gt; HClO.</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Dengan melihat harga Ka/pKa</span></strong></p>
<p align="justify">Harga pKa dari asam diatas adalah:</p>
<p align="justify">pKa HCl =  -8<br />
pKa HClO =  7,53<br />
pKa HClO2 =  2<br />
pKa HClO3 =  -1<br />
pKa HClO4 =  -10</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin kecil harga pKa maka semakin kuat keasamannya, jadi menurut harga diatas maka kekuatan asamnya dari yang terbesar adalah HClO4 &gt; HCl &gt;HClO3 &gt; HClO2 &gt; HClO. Dari data diatas harga pKa HCl, HClO3, dan HClO4 adalah negatif disebabkan asam-asam ini adalah asam kuat. kekuatan HCl adalah bisa dikatakan hampir sama dengan HClO4, kemungkinan ini disebabkan karena HCl  dalam bentuk larutan [HCl (aq)] bersifat sebagai senyawa ionik sehingga HCl mudah melepaskan protonnya. (HCl berupa gas merupakan asam lemah karena ikatan H-Cl dalam bentuk gas bersifat kovalen).</p>
<p style="text-align: justify;">Note:<br />
HCl dalam pembahasan yang pertama tidak saya sertakan disebabkan kita tidak bisa membandingkan kekuatan asam HCl secara kualittaif dengan HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4 yang merupakan asam oksi. Kita lebih mudah membandingkan kekuatan keasaman HCl secara kualitatif dengan HI, HBr, atau HF.</p>
<p align="justify">referensi pKa</p>
<ol>
<li> http://chemweb.unp.ac.za/chemistry/Physical_Data/pKa_values.htm</li>
<li> http://209.85.175.104/search?q=cache:WLXGgmmeJBAJ:research.chem.psu.edu/brpgroup/pKa_compilation.pdf+pKa+values&amp;hl=en&amp;ct=clnk&amp;cd=1&amp;gl=in</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/urutan-kekuatan-asam-larutan-hcl-hclo-hclo2-hclo3-dan-hclo4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website Gratis Tempat Menyetarakan Reaksi Kimia</title>
		<link>http://belajarkimia.com/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 14:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Stoikiometri]]></category>
		<category><![CDATA[belajar kimia]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyetarakan reaksi]]></category>
		<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[menyetarakan reaksi kimia]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[software penyetara reaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Website Gratis Tempat Menyetarakan Reaksi Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Pusing dengan metode penyetaraan reaksi? Udah dicoba berkali-kali untuk menyetarakan reaksi eh..yang didapat malah reaksi yang salah. Sekarang kamu gak usah pakai metode setengah reaksi, metode penyeimbangan jumlah elektron atau metode-metode yang lain deh sebab…….Sekarang saya akan memberitahu anda sebuah website tempat kita bisa menyetarakan suatu reaksi. Untuk mengunjungi website ini silahkan kunjungi “website penyetara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2008/11/menyetarakanreaksikimia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-476" title="menyetarakanreaksikimia" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2008/11/menyetarakanreaksikimia.jpg" alt="menyetarakan reaksi kimia" hspace="10" vspace="10" width="300" height="214" /></a>Pusing dengan metode penyetaraan reaksi? Udah dicoba berkali-kali untuk menyetarakan reaksi eh..yang didapat malah reaksi yang salah. Sekarang kamu gak usah pakai metode setengah reaksi, metode penyeimbangan jumlah elektron atau metode-metode yang lain deh sebab…….Sekarang saya akan memberitahu anda sebuah website tempat kita bisa menyetarakan suatu reaksi.</p>
<p>Untuk mengunjungi website ini silahkan kunjungi “<a title="cara menyetarakan reaksi kimia" href="http://www.gregthatcher.com/Chemistry/BalanceChemicalEquations.aspx?StartsWith=S" target="_blank">website penyetara reaksi</a>”</p>
<p>Kalau kamu ingin menyetarakan suatu raksi maka tinggal kamu ketikkan saja reaksi kimia kamu pada box yang telah disediakan. Tinggal ketik saja reaktan dan produk dari soal kamu kemudian tekan tombol “balance chemical equation” dan ‘viola” dalam sekejap reaksi kamu sudah setara.</p>
<p>Anda bisa mencoba untuk menulis reaksi yang akan anda setarakan dengan format penulisan sebagai berikut:</p>
<p>•	KMnO4 + HCl = KCl + MnCl2 + H2O + Cl2<br />
•	KMnO4 + (HO2C)2= CO2 + H2O + KMn(OH)2<br />
•	MnO4- + H2C2O4 + H+ = Mn++ + CO2 + H2O<br />
•	Al + I2 = Al+++ + I-<br />
•	H+Cr2O7&#8211;=Cr+H2O+e<br />
•	H2SO4(aq) + V2O3(s) = V2(SO4)3 + H2O<br />
•	Bi(NO3)3*5H2O+H2O2+RuCl3+NaOH=Bi2Ru2O7+NaNO3+NaCl+H2O</p>
<p>Untuk reaksi-reaksi yang sulit dikerjakan anda bisa menggunakan website ini, dan saya rasa sangat membantu untuk menghemat waktu agar tidak cepet frustasi.</p>
<p>So, tanpa banyak kata lagi kunjungi website “<a title="cara menyetarakan reaksi kimia" href="http://www.gregthatcher.com/Chemistry/BalanceChemicalEquations.aspx?StartsWith=S" target="_blank">penyetara reaksi</a>” sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Cara Mudah Mengerjakan Soal-soal Stoikiometri</title>
		<link>http://belajarkimia.com/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 13:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Stoikiometri]]></category>
		<category><![CDATA[belajar kimia]]></category>
		<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Cara Mudah Mengerjakan Soal-soal Stoikiometri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari kimia memang tidak luput dari persamaan kimia beserta perhitungan kuantitatifnya yaitu stoikiometri. Umumnya semua bab yang kita pelajari dalam ilmu kimia contohnya kesetimbangan, kecepatan reaksi, larutan, asam basa, dan sebagainya menggunakan dasar stoikiometri dalam setiap penyelesaian perhitungannya. Menyelesaikan soal-soal stoikiometri sangatlah mudah, diperlukan ketrampilan dan latihan yang rutin, namun secara garis besar kita dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mempelajari kimia memang tidak luput dari persamaan kimia beserta perhitungan kuantitatifnya yaitu stoikiometri. Umumnya semua bab yang kita pelajari dalam ilmu kimia contohnya kesetimbangan, kecepatan reaksi, larutan, asam basa, dan sebagainya menggunakan dasar stoikiometri dalam setiap penyelesaian perhitungannya.</p>
<p align="justify">Menyelesaikan soal-soal stoikiometri sangatlah mudah, diperlukan ketrampilan dan latihan yang rutin, namun secara garis besar kita dapat membuat kerangka dasar bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri tersebut dengan cepat.</p>
<p align="justify">Berikut adalah tips bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri dengan mudah.</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #800000;">1. Tulis dan setarakan persamaan reaksinya</span></strong></p>
<p align="justify">Umumnya soal-soal stoikiometri melibatkan reaksi kimia. Anda wajib menulis dan sekaligus menyetarakan reaksi kimianya dengan benar. Kesalahan dalam menulis reaksi kimia berakibat fatal pada perhitungan selanjutnya. Jadi menyetarakan reaksi adalah hal yang amat-amat-amat PENTING!</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>2. Ubah salah satu unit dalam satuan mol</strong></span></p>
<p align="justify">Dalam setiap soal stoikiometri selalu ada spesies yang bisa dirubah dalam satuan mol. Rumus mol adalah masa dibagi Mr atau Ar, akan tetapi mol dapat dicari dengan cara lain, bila diketahui jumlah molekul maka anda bisa mencarinya dengan membagi dengan bilangan Avogadro. Bila diketahui volume pada STP maka mol dicari dengan membagi volume dengan 22,4 bila diketahui konsentrasi larutan dan volumenya maka mol harus dicari dengan mengkalikan konsentrasi dan volumenya. Anda harus jeli untuk melihat spesies mana yang bisa dirubah dalam satuan mol</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>3. Cari mol spesies yang ditanyakan dengan menggunakan persamaan reaksi</strong></span></p>
<p>Anda tahu maksud saya kan? Apabila mol satu spesies sudah ketemu (pada langkah2 ) maka kita dapat mencari mol spesies yang lain dengan menggunakan koefisien reaksi. Yup, betul dengan membandingkan koefisien reaksi maka kita dapat mencari mol spesies yang lain.</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>4. Ubah spesies yang ditanyakan sesuai dengan satuan yang diinginkan soal</strong></span></p>
<p align="justify">Apabila mol spesies yang ditanyakan sudah diketahui maka kita dapat mengkonversi ke dalam satuan yang di inginkan soal misalnya ke satuan massa, volume, konsentrasi, dan sebagainya.</p>
<p align="justify">Nah cukup mudah kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi PPM (Part Per Million) atau Bagian per Sejuta Bagian</title>
		<link>http://belajarkimia.com/definisi-ppm-part-per-million-atau-bagian-per-sejuta-bagian/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/definisi-ppm-part-per-million-atau-bagian-per-sejuta-bagian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 01:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Stoikiometri]]></category>
		<category><![CDATA[definisi bagian per sejuta]]></category>
		<category><![CDATA[definisi ppm. apa arti part per million]]></category>
		<category><![CDATA[rumus ppm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[PPM atau nama kerennya &#8220;Part per Million&#8221; jika dibahasa Indonesiakan akan menjadi &#8220;Bagian per Sejuta Bagian&#8221; adalah satuan konsentrasi yang sering dipergunakan dalam di cabang Kimia Analisa. Satuan ini sering digunakan untuk menunjukkan kandungan suatu senyawa dalam suatu larutan misalnya kandungan garam dalam air laut, kandungan polutan dalam sungai, atau biasanya kandungan yodium dalam garam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PPM atau nama kerennya &#8220;Part per Million&#8221; jika dibahasa Indonesiakan akan menjadi &#8220;Bagian per Sejuta Bagian&#8221; adalah satuan konsentrasi yang sering dipergunakan dalam di cabang Kimia Analisa. Satuan ini sering digunakan untuk menunjukkan kandungan suatu senyawa dalam suatu larutan misalnya kandungan garam dalam air laut, kandungan polutan dalam sungai, atau biasanya kandungan yodium dalam garam juga dinyatakan dalam ppm.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya namanya yaitu ppm, maka konsentrasinya merupakan perbandingan antara berapa bagian senyawa dalam satu juta bagian suatu sistem. Sama halnya denngan &#8220;prosentase&#8221; yang menunjukan bagian per seratus. Jadi rumus ppm adalah sebagai berikut;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">ppm = jumlah bagian spesies / satu juta bagian sistem dimana spesies itu berada</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Atau lebih gampangnya ppm adalah satuan konsentrasi yang dinyatakan dalam satuan mg/Kg, Kenapa? karena 1 Kg = 1.000.000 mg betul kan? Untuk satuan yang sering dipergunakan dalam larutan adalah mg/L, dengan ketentuan pelarutnya adalah air sebab dengan densitas air 1 g/mL maka 1 liter air memiliki masa 1 Kg betul kan? jadi satuannya akan kembali ke mg/Kg.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh, kandungan Pb dalam air sungai adalah 20 ppm artinya dalam setiap Kg air sungai terdapat 20 mg Pb. Kandungan karbon dalam baja adalah 5 ppm artinya dalam 1 Kg baja terdapat 5 mg karbon. Air minum mengandung yodium sebesar 15 ppm, bisa diartikan bahwa setiap liter minum tersebut terdapat 5 mg yodium.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi mudah bukan untuk memahami ppm?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/definisi-ppm-part-per-million-atau-bagian-per-sejuta-bagian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mole Mole Mole &#8211; Apaan Tuh?</title>
		<link>http://belajarkimia.com/mole-mole-mole-apaan-tuh/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/mole-mole-mole-apaan-tuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 03:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Stoikiometri]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan avogadro]]></category>
		<category><![CDATA[definisi mol]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mol gas pada STP]]></category>
		<category><![CDATA[mol]]></category>
		<category><![CDATA[rumus mol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari ilmu kimia kita tidak luput dari apa yang disebut sebagai reaksi kimia. Dalam reaksi kimia yang berperan adalah spesies-spesies reaktan yang saling bertumbukkan satu sama lain untuk membentuk produk. Sejumlah tertentu reaktan saja terdapat jutaan bahkan triliunan molekul reaktan, contohnya dalam satu gram gas H2 terdapat sekitar 3&#215;1023 molekul hidrogen, bisahkah anda membayangkan jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mempelajari ilmu kimia kita tidak luput dari apa yang disebut sebagai reaksi kimia. Dalam reaksi kimia yang berperan adalah spesies-spesies reaktan yang saling bertumbukkan satu sama lain untuk membentuk produk. Sejumlah tertentu reaktan saja terdapat jutaan bahkan triliunan molekul reaktan, contohnya dalam satu gram gas H2 terdapat sekitar 3&#215;10<sup>23</sup> molekul hidrogen, bisahkah anda membayangkan jika gas ini direaksikan dengan 1 gram gas oksigen yang mengandung sekitar 2&#215;10<sup>22</sup> sudah berapa jutaan triliun gas H2O yang akan dihasilkan.</p>
<p align="justify">Perhitungan kuantitatif antara zat yang bereaksi dengan produk yang dihasilkan memegang peranan yang penting dalam perhitungan rekasi, disebabkan ukuran atom/molekul sangatlah kecil dan tidaklah mungkin kita mengambil sejumlah tertentu atom atau molekul secara manual secara tepat maka kimiawan memerlukan suatu satuan tertentu untuk mendefinisikan jumlah atom atau molekul ini.</p>
<p align="justify">Untuk itulah diperkenankannya suatu satuan yang disebut sebagai <strong><span style="color: #800000;">&#8220;mol&#8221;</span></strong>.</p>
<blockquote>
<p align="justify"><strong><span style="color: #800000;">“ Mol merupakan satuan yang menyatakan jumlah unit dalam suatu substansi yang setara dengan jumlah atom karbon dalam  12 gram karbon 12C murni” </span></strong></p>
</blockquote>
<p align="justify">Jumlah unit disini dapat berupa atom, molekul, ion, elektron, proton, radikal, waktu, kuanta, bahkan kelereng, bola, biji kacang hijau atau apapun yang ada di dunia ini. Kimiawan telah menghitung dengan seksama bahwa 12 gram atom karbon 12C murni memiliki jumlah atom karbon sebanyak 6,022.1023&#215;10<sup>23</sup>. Jumlah sebanyak 6,022.1023&#215;10<sup>23</sup> ini disebut sebagai bilangan Avogadro (N).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/bilanganavogadro.JPG" alt="" align=" alt=" /></p>
<p>Jadi <span style="color: #800000;">“ 1 mol apapun yang ada di dunia ini jumlahnya adalah 6,022.10<sup>23</sup>, baik itu atom, elektro, molekul, biji kelereng, biji beras, lidi, atau bahkan buah apel&#8221;</span>.</p>
<p>Artinya:</p>
<ul>
<li>1 mol tembaga memiliki 6,022.1023 atom tembaga</li>
<li>1 mol N2 memiliki 6,022.1023 molekul N2</li>
<li>1 mol elektron memiliki jumlah 6,022.1023 elektron</li>
<li>1 mol biji jagung jumlahnya 6,022.1023 biji</li>
<li>1 mol detik jumlahnya 6,022.1023 detik</li>
<li>1 mol buah jeruk memiliki jumlah kelereng sebanyak 6,022.1023 buah</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/diagrammol.JPG" alt="" align=" alt=" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana cara kita menghitung mol? Rumus dasar menghitung jumlah mol adalah dengan membagi masa zat dalam satuan gr dengan masa molekul relatifnya (Ar atau Mr). Apabila diketahui jumlah spesiesnya maka kamu tinggal membaginya dengan bilangan Avogadro, atau bila diketahui volumenya untuk gas pada keadaaan STP (standard Temperature Pressure) maka setiap 1 mol gas volumenya adalah 22,4 liter (perhatikan gambar diatas).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/mole-mole-mole-apaan-tuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR Molekul Berkerangka Dasar Oktahedral-Studi   Kasus SF6, IF5, dan XeF4</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 20:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul IF5]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul oktahedral]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul piramid segiempat]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul segiempat datar]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul SF6]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul XeF4]]></category>
		<category><![CDATA[geometri molekul]]></category>
		<category><![CDATA[teori VSEPR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Molekul dengan domain elektron sejumlah 6 dapat membentuk 3 variasi bentuk molekul yaitu oktahedral, square piramid atau piramid segiempat (artinya piramid dengan dasar segiempat), dan segiempat planar. Contoh masing-masing molekul ini adalah SF6, IF5, dan XeF4. Untuk dapat menentukan bentuk molekul ketiga senyawa tersebut maka kita harus menggambar terlebih dahulu struktur lewisnya. Atom S dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Molekul dengan domain elektron sejumlah 6 dapat membentuk 3 variasi bentuk molekul yaitu oktahedral, square piramid atau piramid segiempat (artinya piramid dengan dasar segiempat), dan segiempat planar. Contoh masing-masing molekul ini adalah SF6, IF5, dan XeF4.</p>
<p align="justify">Untuk dapat menentukan bentuk molekul ketiga senyawa tersebut maka kita harus menggambar terlebih dahulu struktur lewisnya. Atom S dengan 6 elektron valensi, I dengan 7 elektron valensi, dan Xe dengan 8 elektron valensi menjadi atom pusat pada setiap molekul.</p>
<p align="justify">Pada SF6 maka setiap elektron valensi S akan berikatan dengan 1 elektron valensi dari atom F sehingga menghasilkan molekul dengan atom S yang memiliki 6 pasangan elektron terikat. Dengan demikian geometri molekul dan bentuk molekul SF6 adalah oktahedral</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisSF6.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/Octahedral-3D-balls.png/200px-Octahedral-3D-balls.png" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada IF5, atom I memiliki 7 elektron valensi, dimana 5 buah elektron valensi ini akan dipakai untuk berikatan dengan 5 atom F, dengan demikian atom I sekarang memiliki 5 PET dan 1 PEB. Jumlah domain elektron 5+1 = 6 sehingga geometri molekul IF5 adalah oktahedral dan bentuk molekulnya adalah piramid segiempat, dimana salah satu domain dalam kerangka oktahedral pada posisi aksial tidak berikatan (menjadi PEB) dimana strukturnya dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisIF5.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekulpiramidsegiempat.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada molekul XeF4, atom Xe memiliki 8 elektron valensi, dimana 4 elektron valensi akan digunakan masing-masing untuk mengikat atom F sehingga atom Xe sekarang memiliki 4 PET dan 2 PEB. PEB ini menempati posisi aksial dari kerangka oktahedral XeF4 sehingga membentuk molekul dengan bentuk segiempat datar sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisXeF4.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekulsegiempatplanar.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Molekul dengan 6 PET memiliki bentuk molekul <strong><span style="color: #0000ff;">oktahedral</span></strong></li>
<li>Molekul dengan 5 PET dan 1 PEB memiliki bentuk molekul <span style="color: #0000ff;"><strong>piramid segiempat</strong></span></li>
<li>Molekul dengan 4 PET dan 2 PEB memiliki bentuk molekul <span style="color: #0000ff;"><strong>segiempat datar</strong></span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR Molekul Berkerangka Dasar Tetrahedral-Studi   Kasus CF4, XeO3, dan SF2</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 19:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk geometry tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk V atau bengkok]]></category>
		<category><![CDATA[CF4]]></category>
		<category><![CDATA[SF2]]></category>
		<category><![CDATA[teori VSEPR]]></category>
		<category><![CDATA[tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[trigonal piramid]]></category>
		<category><![CDATA[XeO3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Tiga bentuk dasar molekul dengan domain elektron sebanyak 4 adalah tetrahedral, trigonal piramid, dan bentuk V (disebut juga bentuk bengkok, seperti bumerang senjata kas suku aborigin). Contoh molekul dengan ketida bentuk molekul tersebut masing-masing adalah CF4, XeO3, dan SF2. Hal pertama yang kita lakukan untuk menentukan bentuk molekul ketiga senyawa diatas adalah dengan menggambar struktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tiga bentuk dasar molekul dengan domain elektron sebanyak 4 adalah tetrahedral, trigonal piramid, dan bentuk V (disebut juga bentuk bengkok, seperti bumerang senjata kas suku aborigin). Contoh molekul dengan ketida bentuk molekul tersebut masing-masing adalah CF4, XeO3, dan SF2.</p>
<p align="justify">Hal pertama yang kita lakukan untuk menentukan bentuk molekul ketiga senyawa diatas adalah dengan menggambar struktur lewisnya sehingga kita memperoleh gambaran awal posisi atom-atom pada atom pusatnya serta dapat mengetahui jumlah PEB dan PET-nya. Atom pusat masing-masing molekul adalah C (4elektron valensi), Xe (8 elektron valensi), dan S (6 elektron valensi).</p>
<p align="justify">Pada CF4, setiap elektron valensi C akan berikatan dengan satu elektron dari atom F, sehingga pada atom C terdapat 4 pasangan elektron terikat (PET). Tentu saja geometri dan bentuk molekul dengan 4 PET adalah tetrahedral yang dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;" align="justify"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/strukturlewisCF4.JPG" alt="struktur lewis CH4" width="163" height="118" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekultetrahedral.jpg" alt="" /></p>
<p><img alt="" /></p>
<p align="justify">Pada molekul XeO3, Xe memiliki 8 elektron valensi, setiap 2 elektron valensi Xe akan berikatan dengan 2 elektron valensi dari atom O, sehingga ketiga iktan Xe-O dalam XeO adalah ikatan rangkap 2, dan Xe masih memiliki sepasang elektron yang tidak berikatan. Jadi atom pusat Xe memiliki 3 pasangan PET dan satu PEB, yang memungkinkan molekul XeO3 memiliki geometri molekul tetrahedral dan bentuk molekulnya adalah trigonal piramid. Trigonal priramid dapat diartikan sebagai piraid dengan dasar segitiga. Geometrinya dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/strukturlewisXeO3.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:0DMlQsWSAkszqM:http://chemlab.truman.edu/CHEM121Labs/MM1Files/TrigonalPyramid.gif" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada SF2, atom S memiliki 6 elektron valensi. Satu elektron akan dipakai untuk berikatan secara kovalen dengan satu elektron dari atom F, sehingga untuk berikatan dengan 2 atom F atom S membutuhkan 2 elektron valensi, meninggalkan 4 elektron valensi yang menjadi 2 pasangan elektron bebas (PEB). pada atom S.  Jadi atom pusat S sekarang memiliki 2 PET dan 2 PEB yang memungkinkannya memiliki geometri molekul tetrahedral dan bentuk molekulnya adalah bentuk V atau bengkok.(lihat gambar dibawah ini).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/structurelewisSF2.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/molekul-bentukV.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya untuk molekul dengan 4 domain elektron adalah</p>
<ul>
<li>Molekul dengan 4 PET bentuk molekulnya <strong><span style="color: #0000ff;">tetrahedral</span></strong></li>
<li>Molekul dengan 3 PET dan 1 PEB bentuk molekulnya adalah <span style="color: #0000ff;"><strong>trigonal piramid</strong></span></li>
<li>Molekul dengan 2 PET dan 2 PEB bentuk molekulnya adalah bentuk<span style="color: #0000ff;"><strong> V atau bentuk bengkok</strong></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
