<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Kimia &#187; Struktur Atom &amp; Konfigurasi Elektron</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/category/kimia-sma-kelas-x/struktur-atom-konfigurasi-elektron/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>Website No.1 Belajar Kimia Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 06:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan Teori Atom Bagian II: Model Atom Bohr</title>
		<link>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[jari-jari bohr]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan model atom rutherford]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan dan kekurangan model atom bohr]]></category>
		<category><![CDATA[model atom bohr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Dari postingan saya tentang “perkembangan teori atom bagian I” telah dibahas teori atom dari Dalton, Thomson, dan Rutherford. Model atom Rutherford meyatakan bahwa electron bermuatan negative mengelilingi inti atom pejal yang bermuatan positif. Menurut hokum mekanika klasik bentuk atom yang demikian itu memiliki kelemahan yaitu pada saat electron mengelilingi inti, electron ini akan terus menerus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari postingan saya tentang “<a href="http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/ ">perkembangan teori atom bagian I</a>” telah dibahas teori atom dari Dalton, Thomson, dan Rutherford. Model atom Rutherford meyatakan bahwa electron bermuatan negative mengelilingi inti atom pejal yang bermuatan positif. Menurut hokum mekanika klasik bentuk atom yang demikian itu memiliki kelemahan yaitu pada saat electron mengelilingi inti, electron ini akan terus menerus mengeluarkan radiasi elektromagnetik. Dengan demikian electron akan kehilangan energi dan gerakannya akan secara gradual menjadi spiral dan sampai akhirnya electron akan jatuh ke inti. Model atom seperti ini tidak dapat diterima disebabkan dengan teori ini maka semua atom yang ada di alam adalah tidak stabil.</p>
<p>Kekurangan model Rutherford yang lain yaitu ketika electron mulai bergerak spiral menuju inti, gerakan electron akan semakin cepat dan frekuensi emisinnya akan bertambah besar karena orbit electron semakin kecil. Hal ini akan menghasilkan spectrum emisi kontinu, padahal kenyatannya emisi atom yang telah diteliti pada saat itu hanya melibatkan emisi pada frekuensi-frekuensi tertentu (spectrum garis).</p>
<p>Kekurangan ini akhirnya  disempurnakan oleh Niels Bohr yang mengajukan model atom sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Elektron mengelilingi inti atom dengan lintasan-lintasan tertentu. Lintasan-lintasan ini berjarak tertentu terhadap inti atom dan setiap lintasan memiliki tingkat energi yang tertentu pula.</li>
<li>Electron tidak kehilangan energi secara kontinu pada saat dia mengelilingi inti atom. Elektron akan mengeluarkan atau meyerap gelombang radiasi dengan frekuensi tertentu. Dimana besarnya energi dinyatakan dalam ?E = hv</li>
</ul>
<p>Dengan demikian Bohr mengajukan model atom seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="model atom bohr" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/model-atom-bohr.png" alt="model atom bohr" width="310" height="270" /></p>
<p>Model atom Bohr merupakan model primitive atom hydrogen. Dan model ini hanya dapat diterapkan pada atom hydrogen dan atom/ion lain yang mirip seperti atom hydrogen seperti atom helium yang terionisasi dan atom litium yang terionisasi dua kali.</p>
<p>Walaupun  model atom Bohr memiliki kekurangan, namun karena kesederhanaan dan beberapa perhitungan pada sistem tertentu adalah benar maka sampai sekarang model atom Bohr masih diajarkan. Hal penting dari model atom Bohr adalah aplikasi hukum mekanika klasik pada electron yang bergerak mengelilingi inti dapat diterapkan dengan batasan-batasan hokum kuantum. Seperti momentum angular (L) dinyatakan sebagai bilangan bulat dikalikan dengan suatu unit yang sudah tertentu pula:</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>L = n.h/2?</strong></h2>
<p>Dengan “n” disebut sebagai bilangan kuantum utama. Dengan nilai n terkecil adalah 1 Bohr menghitung bahwa lintasan terkecil electron adalah sekitar 0.0529 nm yang dikenal sebagai “jari-jari Bohr”.  Dengan menggunakan persamaan momentum engular diatas Bohr juga mampu menghitung besarnya energi yang ada di setiap lintasan electron pada atom hydrogen atau atom/ion seperti hydrogen.</p>
<p>Jumlah electron dalam setiap lintasan dinyatakan dalam persamaan</p>
<h2 style="text-align: center;">2n<sup>2</sup></h2>
<p>dimana n adalah nomor kulit/lintasan atom. Untuk kulit pertama kita biasanya menyebut sebagai kulit K, L untuk kedua, M untuk ulit ketiga dan seterusnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-ii-model-atom-bohr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Teori Atom Bagian I</title>
		<link>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[definisi atom]]></category>
		<category><![CDATA[model atom dalton]]></category>
		<category><![CDATA[model atom rutherford]]></category>
		<category><![CDATA[model atom thompson]]></category>
		<category><![CDATA[teori atom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari tentang teori atom sangatlah penting sebab atom merupakan penyusun materi yang ada di alam semesta. Dengan memahami atom kita dapat mempelajari bagaimana satu atom dengan yang lain berinteraksi, mengetahui sifat-sifat atom, dan sebagainya sehigga kita dapat memanfaatkan aam semesta untuk kepentingan umat manusia. Nama “atom” berasal dari bahasa Yunani yaitu “atomos” diperkenalkan oleh Democritus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempelajari tentang teori atom sangatlah penting sebab atom merupakan penyusun materi yang ada di alam semesta. Dengan memahami atom kita dapat mempelajari bagaimana satu atom dengan yang lain berinteraksi, mengetahui sifat-sifat atom, dan sebagainya sehigga kita dapat memanfaatkan aam semesta untuk kepentingan umat manusia.</p>
<p>Nama “atom” berasal dari bahasa Yunani yaitu “atomos” diperkenalkan oleh Democritus yang artinya tidak dapat dibagi lagi atau bagain terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi. Konsep atom yang merupakan penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi pertama kali diperkenalkan oleh ahli filsafat Yunani dan India.</p>
<p>Konsep atom yang lebih modern muncul pada abab ke 17 dan 18 dimana saat itu ilmu kimia mulai berkembang. Para ilmuwan mulai menggunakan teknik menimbang untuk mendapatkan pengukuran yang lebih tepat dan menggunakan ilmu fisika untuk mendukung perkembangan teori atom.</p>
<p><strong><span style="color: #000080;"><br />
Teori Atom Dalton</span></strong></p>
<p>John Dalton seorang guru berkebangsaan Ingris menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur selalu bereaksi dengan perbandingan angka bulat sederhana (selanjutnya lebih dikenal dengan hokum perbandingan berganda) dan mengapa gas lebih mudah larut dalam air dibandingkan yang lain. Dalton menyusun teori atomnya berdasarkan hukum kekekalan massa dan hokum perbandingan tetap. Dimana konsep atomnya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Setiap unsur tersusun dari partikel kecil yang disebut sebagai atom.</li>
<li>Atom dari unsur yang sama adalah identik dan atom dari unsur yang tidak sama berbeda dalam beberapa hal dasar.</li>
<li>Senyawa kimia dibentuk dari kombinasi atom. Suatu senyawa selalu memiliki perbandingan jumlah atom dan jenis atom yang sama.</li>
<li>Reaksi kimia melibatkan reorganisasi atom yaitu berubah bagaimana cara mereka berikatan akan tetapi atom-atom yang terlibat tidak berubah selama reaksi kimia berjalan.</li>
</ul>
<p>Model atom Dalton ini biasanya disebut sebagai model atom bola billiard dimana warna bola billiard yang berbeda-beda merupakan symbol atom unsur yang berbeda.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-201" title="modelatomdalton" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/modelatomdalton.jpg" alt="modelatomdalton" width="300" height="225" /><br />
<span style="color: #000080;"><strong>Teori Atom Thompson</strong></span></p>
<p>Dengan adanya teori atom yang dikemukakan oleh Dalton maka banyak sekali para ilmuwan yang ingin menyelidiki tentang atom. Mereka penasaran tentang apa itu atom dan apa penyusunnya? Salah satunya adalah <a title="teori atom jj thompson" href="http://belajarkimia.com/penemuan-elektron-dan-model-atom-jj-thomson/" target="_self">J.J Thompson</a>, dia melakukan percobaan dengan menggunakan tabung katoda. Dia menemukan bahwa apabila tabung katoda di beri tegangan tinggi maka suatu “sinar” yang dia sebut sebagai “sinar katoda” akan dihasilkan.</p>
<p>Disebabkan sinar ini muncul pada elektroda negative dan sinar ini enolak kutub negative dari medan listrik yang diaplikasikan ke tabung katoda maka Thompson menyatakan bahwa sinar katoda tersebut tak lain adalah aliran partikel bermuatan negative yang dikemudian hari disebut sebagai electron. Dengan mengganti katoda menggunakan berbagai macam logam maka Thompson tetap menghasilkan jenis sinar yang sama.</p>
<p>Berdasarkan hal ini maka Thompson menyatakan bahwa setiap atom pasti memiliki electron, disebabkan atom bersifat netral maka dalam atom juga harus megandung sejumlah muatan positif. Sehingga dia meyataan bahwa:</p>
<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">“Atom terdiri dari awan bermuatan positif yang terdistribusi sedemikian rupa dengan muatan negative tersebar secara random di dalamnya”</span></p></blockquote>
<p>Model atom ini kemudian disebut sebagai “plum pudding model” yang di Indonesai lebih dikenal sebagai model roti kismis.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-203" title="odelatomthompson" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/odelatomthompson.png" alt="odelatomthompson" width="180" height="180" /><br />
<span style="color: #000080;"><strong>Teori Atom Rutherford</strong></span></p>
<p>Penemuan electron sebagai salah satu penyusun atom oleh Thompson membuat para ilmuwan pada saat itu semakin bergairah untuk meneliti penyusun atom salah satunya adalah Ernest Rutherford.</p>
<p><a title="teori atom rutherford" href="http://belajarkimia.com/penemuan-inti-atom-dan-model-atom-rutherford/" target="_self">Rutherford</a> ingin membuktikan kebenaran teori atom yang dikemukakan oleh Thompson dengan menggunakan sinar radioaktif. Pada saat itu ilmu tentang radioaktif sudah mulai berkembang terutama pada saat ditemukannya uranium yang dapat memancarkan sinar radioaktif.</p>
<p>Eksperimen Rutherford dilakukan dengan menembakkan partikel alfa (?)-yang kemudian diketahui sebagai inti atom Helium bermuatan positif pada lempengan tipis emas. Bila teori atom Thompson benar maka hampis semua berkas sinar alfa ini akan diteruskan dengan sedikit sekali sinar yang akan dibelokkan.</p>
<p>Akan tetapi hasil yang diperoleh Rutherford sungguh diluar prediksinya. Walaupun sebagian besar sinar alfa diteruskan, terdapat sejumlah besar sinar alfa yang dibelokkan dengan sudut yang besar, bahkan terdapat sinar alfa yang dikembalikan lagi tanpa pernah menyentuh detector.</p>
<p>Dengan percobaan ini maka Rutherford menarik kesimpulan tentang teori atomnya:</p>
<ul>
<li>Sebagian besar sinar alfa yang menembus pelat tipis emas terjadi disebabkan sebagian besar atom adalah ruang kosong (ruang terbuka).</li>
<li>Sinar alfa yang dibelokkan dengan sudut besar terjadi karena mendekati inti atom.</li>
<li>Sinar alfa yang dipantulkan kembali adalah sinar alfa yang menumbuk inti atom</li>
</ul>
<p>Dengan asumsi ini maka Rutherford mengajukan bahwa atom bukan merupakan benda pejal seperti yang dikemukakan oleh Thompson akan tetapi atom memiliki inti atom yang sangat pejal (massive) dimana berat atom terletak dan electron yang mengitari inti dengan jarak yang cukup besar jika dibandingkan dengan diameter inti atom. Itulah sebabnya mengapa atom sebagian besar adalah ruang kosong. Atau kita bisa mengatakan bahwa ukuran inti atom relative sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan atom itu sendiri.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="modelatomrutherford" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/08/modelatomrutherford.png" alt="modelatomrutherford" width="180" height="203" /></p>
<p>Setelah penemuan Rutherford ini maka para ilmuwan menyadari bahwa atom bukan merupakan zat tunggal akan tetapi dibangun oleh subpartikel atom. Dengan penelitian selanjutnya mereka mengetahui bahwa inti atom bermuatan positif (dimana jumlah muatannya sama dengan nomor atom). Dan penelitian selanjutnya para ilmuwan menemukan bahwa jumlah electron adalah sama dengan nomor atom, dengan demikian atom bermuatan netral (muatan positif = muatan negatifnya).</p>
<p>Sumber gambar:</p>
<ul>
<li>http://www.wikipedia.org</li>
<li>http://www.sxc.hu/</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/perkembangan-teori-atom-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR Molekul Berkerangka Dasar Oktahedral-Studi   Kasus SF6, IF5, dan XeF4</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 20:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul IF5]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul oktahedral]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul piramid segiempat]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul segiempat datar]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul SF6]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul XeF4]]></category>
		<category><![CDATA[geometri molekul]]></category>
		<category><![CDATA[teori VSEPR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Molekul dengan domain elektron sejumlah 6 dapat membentuk 3 variasi bentuk molekul yaitu oktahedral, square piramid atau piramid segiempat (artinya piramid dengan dasar segiempat), dan segiempat planar. Contoh masing-masing molekul ini adalah SF6, IF5, dan XeF4. Untuk dapat menentukan bentuk molekul ketiga senyawa tersebut maka kita harus menggambar terlebih dahulu struktur lewisnya. Atom S dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Molekul dengan domain elektron sejumlah 6 dapat membentuk 3 variasi bentuk molekul yaitu oktahedral, square piramid atau piramid segiempat (artinya piramid dengan dasar segiempat), dan segiempat planar. Contoh masing-masing molekul ini adalah SF6, IF5, dan XeF4.</p>
<p align="justify">Untuk dapat menentukan bentuk molekul ketiga senyawa tersebut maka kita harus menggambar terlebih dahulu struktur lewisnya. Atom S dengan 6 elektron valensi, I dengan 7 elektron valensi, dan Xe dengan 8 elektron valensi menjadi atom pusat pada setiap molekul.</p>
<p align="justify">Pada SF6 maka setiap elektron valensi S akan berikatan dengan 1 elektron valensi dari atom F sehingga menghasilkan molekul dengan atom S yang memiliki 6 pasangan elektron terikat. Dengan demikian geometri molekul dan bentuk molekul SF6 adalah oktahedral</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisSF6.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/Octahedral-3D-balls.png/200px-Octahedral-3D-balls.png" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada IF5, atom I memiliki 7 elektron valensi, dimana 5 buah elektron valensi ini akan dipakai untuk berikatan dengan 5 atom F, dengan demikian atom I sekarang memiliki 5 PET dan 1 PEB. Jumlah domain elektron 5+1 = 6 sehingga geometri molekul IF5 adalah oktahedral dan bentuk molekulnya adalah piramid segiempat, dimana salah satu domain dalam kerangka oktahedral pada posisi aksial tidak berikatan (menjadi PEB) dimana strukturnya dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisIF5.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekulpiramidsegiempat.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada molekul XeF4, atom Xe memiliki 8 elektron valensi, dimana 4 elektron valensi akan digunakan masing-masing untuk mengikat atom F sehingga atom Xe sekarang memiliki 4 PET dan 2 PEB. PEB ini menempati posisi aksial dari kerangka oktahedral XeF4 sehingga membentuk molekul dengan bentuk segiempat datar sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisXeF4.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekulsegiempatplanar.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Molekul dengan 6 PET memiliki bentuk molekul <strong><span style="color: #0000ff;">oktahedral</span></strong></li>
<li>Molekul dengan 5 PET dan 1 PEB memiliki bentuk molekul <span style="color: #0000ff;"><strong>piramid segiempat</strong></span></li>
<li>Molekul dengan 4 PET dan 2 PEB memiliki bentuk molekul <span style="color: #0000ff;"><strong>segiempat datar</strong></span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-oktahedral-studi-kasus-sf6-if5-dan-xef4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR Molekul Berkerangka Dasar Tetrahedral-Studi   Kasus CF4, XeO3, dan SF2</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 19:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk geometry tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk V atau bengkok]]></category>
		<category><![CDATA[CF4]]></category>
		<category><![CDATA[SF2]]></category>
		<category><![CDATA[teori VSEPR]]></category>
		<category><![CDATA[tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[trigonal piramid]]></category>
		<category><![CDATA[XeO3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Tiga bentuk dasar molekul dengan domain elektron sebanyak 4 adalah tetrahedral, trigonal piramid, dan bentuk V (disebut juga bentuk bengkok, seperti bumerang senjata kas suku aborigin). Contoh molekul dengan ketida bentuk molekul tersebut masing-masing adalah CF4, XeO3, dan SF2. Hal pertama yang kita lakukan untuk menentukan bentuk molekul ketiga senyawa diatas adalah dengan menggambar struktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tiga bentuk dasar molekul dengan domain elektron sebanyak 4 adalah tetrahedral, trigonal piramid, dan bentuk V (disebut juga bentuk bengkok, seperti bumerang senjata kas suku aborigin). Contoh molekul dengan ketida bentuk molekul tersebut masing-masing adalah CF4, XeO3, dan SF2.</p>
<p align="justify">Hal pertama yang kita lakukan untuk menentukan bentuk molekul ketiga senyawa diatas adalah dengan menggambar struktur lewisnya sehingga kita memperoleh gambaran awal posisi atom-atom pada atom pusatnya serta dapat mengetahui jumlah PEB dan PET-nya. Atom pusat masing-masing molekul adalah C (4elektron valensi), Xe (8 elektron valensi), dan S (6 elektron valensi).</p>
<p align="justify">Pada CF4, setiap elektron valensi C akan berikatan dengan satu elektron dari atom F, sehingga pada atom C terdapat 4 pasangan elektron terikat (PET). Tentu saja geometri dan bentuk molekul dengan 4 PET adalah tetrahedral yang dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;" align="justify"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/strukturlewisCF4.JPG" alt="struktur lewis CH4" width="163" height="118" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/molekultetrahedral.jpg" alt="" /></p>
<p><img alt="" /></p>
<p align="justify">Pada molekul XeO3, Xe memiliki 8 elektron valensi, setiap 2 elektron valensi Xe akan berikatan dengan 2 elektron valensi dari atom O, sehingga ketiga iktan Xe-O dalam XeO adalah ikatan rangkap 2, dan Xe masih memiliki sepasang elektron yang tidak berikatan. Jadi atom pusat Xe memiliki 3 pasangan PET dan satu PEB, yang memungkinkan molekul XeO3 memiliki geometri molekul tetrahedral dan bentuk molekulnya adalah trigonal piramid. Trigonal priramid dapat diartikan sebagai piraid dengan dasar segitiga. Geometrinya dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/strukturlewisXeO3.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:0DMlQsWSAkszqM:http://chemlab.truman.edu/CHEM121Labs/MM1Files/TrigonalPyramid.gif" alt="" /></p>
<p align="justify">Pada SF2, atom S memiliki 6 elektron valensi. Satu elektron akan dipakai untuk berikatan secara kovalen dengan satu elektron dari atom F, sehingga untuk berikatan dengan 2 atom F atom S membutuhkan 2 elektron valensi, meninggalkan 4 elektron valensi yang menjadi 2 pasangan elektron bebas (PEB). pada atom S.  Jadi atom pusat S sekarang memiliki 2 PET dan 2 PEB yang memungkinkannya memiliki geometri molekul tetrahedral dan bentuk molekulnya adalah bentuk V atau bengkok.(lihat gambar dibawah ini).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/structurelewisSF2.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/molekul-bentukV.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya untuk molekul dengan 4 domain elektron adalah</p>
<ul>
<li>Molekul dengan 4 PET bentuk molekulnya <strong><span style="color: #0000ff;">tetrahedral</span></strong></li>
<li>Molekul dengan 3 PET dan 1 PEB bentuk molekulnya adalah <span style="color: #0000ff;"><strong>trigonal piramid</strong></span></li>
<li>Molekul dengan 2 PET dan 2 PEB bentuk molekulnya adalah bentuk<span style="color: #0000ff;"><strong> V atau bentuk bengkok</strong></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-tetrahedral-studi-kasus-cf4-xeo3-dan-sf2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR Molekul Berkerangka Dasar Trigonal Bipiramid-Studi Kasus PCl5, SF4, dan ClF3</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-trigonal-bipiramid-studi-kasus-pcl5-sf4-dan-clf3/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-trigonal-bipiramid-studi-kasus-pcl5-sf4-dan-clf3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 17:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Penyangga]]></category>
		<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul bentuk T]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul disphenoidal]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul linier]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul trigonal bipiramid]]></category>
		<category><![CDATA[ClF3]]></category>
		<category><![CDATA[menentukan bentuk molekul dengan teori VSEPR]]></category>
		<category><![CDATA[PCl5]]></category>
		<category><![CDATA[SF4]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Dalam postingan ini saya akan memberi contoh contoh cara menentukan bentuk molekul yang memiliki kerangka dasar trigonal bipiramid dari molekul PCl5, SF4, dan ClF3. Geometri molekul dengan kerangka dasar trigonal bipiramid atau lebih dikenal dengan molekul yang memiliki 5 domain elektron dapat memiliki bentuk molekul sebagai berikut, trigonal bipiramid, disphenoidal, bentuk T, atau linear. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dalam postingan ini saya akan memberi contoh contoh cara menentukan bentuk molekul yang memiliki kerangka dasar trigonal bipiramid dari molekul PCl5, SF4, dan ClF3. Geometri molekul dengan kerangka dasar trigonal bipiramid atau lebih dikenal dengan molekul yang memiliki 5 domain elektron dapat memiliki bentuk molekul sebagai berikut, trigonal bipiramid, disphenoidal, bentuk T, atau  linear.</p>
<p align="justify">Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk menentukan geometri molekul adalah menggambar struktur Lewis dari molekul tersebut. Yang menjadi atom pusat adalah P (elektron valensinya 5), S (elektron valensinya 6), dan Cl (elektron valensinya 7).</p>
<p align="justify">Pada molekul PCl5 setiap elektron valensi P masing-masing akan berikatan dengan 1 elektron valensi atom Cl sehingga dihasilkan struktur Lewis seperti gambar dibawah. Atom P sebagai atom pusat sekarang memiliki 5 buah pasangan atom terikat (PET) sehingga dari sini dapat kita ramalkan bahwa bentuk geometri PCl5 adalah trigonal bipiramid dan bentuk molekulnya adalah sama yaitu trigonal bipiramid.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/molekulPCl5.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/strukturlewisPCl5.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify"><img alt="" />Pada molekul SF4, 4 elektron valensi S akan berikatan masing-masing dengan F, sehingga pada atom S sekarang terdapat 4 PET dan satu buah PEB (pasangan elektron berikatan). Artinya atom pusat S memiliki  total 5 pasangan elektron, apa artinya? Yup, betul kerangka dasar geometri SF4 adalah trigonal bipiramid. Bagaimana dengan bentuk molekulnya? Karena terdapat satu PEB maka maka bentu molekul SF4 disebut sebagai disphenoidal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/struturlewisSF4.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/molekulSF4.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify"><img alt="" />Pada molekul ClF3, 3 elektron valensi Cl masing-masinf akan berikatan dengan atom F sehingga pada atom pusat Cl sekarang terdapat 2 PEB dan 3 PET, yang menghasilkan kerangka dasar geometri trigonal piramid. Disebabkan terdapat 2 PEB maka bentuk molekulnya sekarang menjadi seperti gambar dibawah ini yang disebut sebagai bentuk &#8220;T&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/molekulClF3.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://belajarkimia.com/images/struturlewisClF3.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya bahwa molekul dengan 5 pasangan elektron atau 5 domain elektron dengan kondisi:</p>
<ul>
<li>5 pasangan elektron semuaya PET maka bentuk molekulnya trigonal bipiramid</li>
<li>4 pasangan PET dan 1 PEB maka bentuk molekulnya disebut disphenoidal</li>
<li>3 pasangan PET dan 2 PEB maka bentuk molekulnya disebut sebagai bentuk T</li>
<li>2 pasangan PET dan 3 PEB maka bentuk molekulnya disebut sebagai linier</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-molekul-berkerangka-dasar-trigonal-bipiramid-studi-kasus-pcl5-sf4-dan-clf3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Bentuk Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR-Studi Kasus Molekul XeF2, dan XeF4</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menentukan-bentuk-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-studi-kasus-molekul-xef2-dan-xef4/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menentukan-bentuk-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-studi-kasus-molekul-xef2-dan-xef4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul XeF2]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk molekul XeF4]]></category>
		<category><![CDATA[oktahedral]]></category>
		<category><![CDATA[struktur lewis XeF2]]></category>
		<category><![CDATA[struktur lewis XeF4]]></category>
		<category><![CDATA[trigonal bipiramid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita dapat meramalkan bentuk geometri suatu molekul. Dalam artikel ini maka akan di contohkan menentukan bentuk geometri molekul XeF2, XeF4, dan XeF6. Diantara molekul-molekul tersebut ada yang memiliki pasangan elektron bebas dan ada yang tidak, jadi molekul-molekul tersebut adalah contoh yang bagus untuk lebih memahami teori VSEPR. Pertama kita harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita dapat meramalkan bentuk geometri suatu molekul. Dalam artikel ini maka akan di contohkan menentukan bentuk geometri molekul XeF2, XeF4, dan XeF6. Diantara molekul-molekul tersebut ada yang memiliki pasangan elektron bebas dan ada yang tidak, jadi molekul-molekul tersebut adalah contoh yang bagus untuk lebih memahami teori VSEPR.</p>
<p align="justify">Pertama kita harus mementukan struktur lewis masing-masing molekul. Xe memiliki jumlah elektron valensi 8 sedangkan F elektron valensinya adalah 7.(lihat gambar dibawah)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/lewisF-Xe.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify">Struktur Lewis XeF2 seperti gambar sebelah kiri, dua elektron Xe masing-masing diapakai untuk berikatan secara kovalen dengan 2 atom F sehingga meninggalkan 3 pasangan elektron bebas pada atom pusat Xe. Hal yang sama terjadi pada molekul XeF4 dimana 4 elektron Xe dipakai untuk berikatan dengan 4 elektron dari 4 atom F, sehingga meninggalkan 2 pasangan elektron bebas pada atom pusat Xe.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisXeF2.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/strukturlewisXeF4.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify">Lihat gambar diatas XeF2 memiliki 2 pasangan elekktron terikat (PET) dan 3 pasangan elektron bebas (PEB) jadi total ada 5 pasangan elektron yang terdapat pada XeF2, hal ini menandakan bahwa geometri molekul atau kerangka dasar molekul XeF2 adalah trigonal bipiramid. Karena terdapat 3 PEB maka PEB ini masing masing akan menempati posisi ekuatorial pada kerangka trigonal bipiramid, sedangkan PET akan menempati posisi aksial yaitu pada bagian atas dan bawah. Posisi inilah posisi yang stabil apabila terdapat atom dengan 2 PET dan 3 PEB sehingga menghasilkan bentuk molekul  linear. Jadi bentul molekul XeF2 adalah linier.(lihat gambar dibawah).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.uwosh.edu/faculty_staff/xie/molecules/xef2-1.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:L1vyv6hJQCQ0iM:http://www.uwosh.edu/faculty_staff/xie/molecules/xef2-2.gif" alt="" /></p>
<p align="justify">Lihat gambar strutur lewis  XeF4 memiliki 4 pasangan elekktron terikat (PET) dan 2 pasangan elektron bebas (PEB) jadi total ada 6 pasangan elektron yang terdapat pada XeF4, hal ini menandakan bahwa geometri molekul atau kerangka dasar molekul XeF4 adalah oktahedral. Karena terdapat 2 PEB maka PEB ini masing masing akan menempati posisi aksial pada kerangka  oktahedral, sedangkan PET akan menempati posisi ekuatorial. Posisi inilah posisi yang stabil apabila terdapat atom dengan 4 PET dan 2  PEB sehingga menghasilkan bentuk molekul  yang disebut segiempat planar. Jadi bentul molekul XeF2 adalah segiempat planar.(lihat gambar dibawah).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.uwosh.edu/faculty_staff/xie/molecules/xef4-1.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:jFJ6tls0qD4E7M:http://www.wou.edu/las/physci/poston/ch222/VSEPR%2520jpegs/XeF4.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menentukan-bentuk-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr-studi-kasus-molekul-xef2-dan-xef4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menentukan Geometri Molekul Dengan Teori VSEPR</title>
		<link>http://belajarkimia.com/cara-menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/cara-menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 11:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan geometri molekul]]></category>
		<category><![CDATA[molekul oktahedral]]></category>
		<category><![CDATA[molekul tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[molekul trigonal bipiramid]]></category>
		<category><![CDATA[molekul trigonal planar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita bisa menentukan berbagai macam struktur suatu molekul. tahap-tahap untuk menentukan struktur molekul adalah sebagai berikut: Tahap1 Gambarlah struktur Lewis dari molekul tersebut Tahap 2 Tentukan jumlah elektron yang berpasangan pada atom pusat molekul tersebut Tahap3 Tentukan geometri molekul tersebut sesuai dengan jumlah pasangan elektron pada tahap 2 apakah linier, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita bisa menentukan berbagai macam struktur suatu molekul. tahap-tahap untuk menentukan struktur molekul adalah sebagai berikut:</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Tahap1</span></strong><br />
Gambarlah struktur Lewis dari molekul tersebut</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Tahap 2</span></strong><br />
Tentukan jumlah elektron yang berpasangan pada atom pusat molekul tersebut</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Tahap3</span></strong><br />
Tentukan geometri molekul tersebut  sesuai dengan jumlah pasangan elektron pada tahap 2 apakah linier, trigonal planar, tetrahedarl, trigonal bipiramid, atau oktahedral.</p>
<p align="justify"><span style="color: #0000ff;"><strong>Tahap 4</strong></span><br />
Tentukan struktur molekulnya dengan cara mengetahui berapa banyak pasangan elektron yang berikatan (lihat susunan atom-atom yang berikatan dengan atom pusatnya.</p>
<p align="justify">Geometri molekul berdasarkan jumlah pasangan elektro terikat suatu molekul digambarkan seperti pada tabel berikut ini:</p>
<table border="1" cellspacing="5" cellpadding="5" width="450">
<tbody>
<tr>
<td width="127">
<div><strong>Jumlah pasangan e </strong></div>
</td>
<td width="115">
<div><strong>Geometri Molekul </strong></div>
</td>
<td width="162">
<div><strong>Gambar </strong></div>
</td>
<td width="28">
<div><strong>Contoh</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>2</div>
</td>
<td>Linier</td>
<td><img src="http://www.belajarkimia.com/images/molekul-linier.JPG" alt="" /></td>
<td>BeCl2, CO2</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>3</div>
</td>
<td>Trigonal Planar</td>
<td><img src="http://www.belajarkimia.com/images/molekul-trigonal-planar.JPG" alt="" /></td>
<td>BF3, BH3</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>4</div>
</td>
<td>Tetrahedral</td>
<td><img src="http://www.belajarkimia.com/images/molekul-tetrahedral.JPG" alt="" /></td>
<td>CH4, CH3Cl</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>5</div>
</td>
<td>Trigonal Bipiramid</td>
<td><img src="http://www.belajarkimia.com/images/molekul-trigonal-piramid.JPG" alt="" /></td>
<td>PCl5</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>6</div>
</td>
<td>Oktahedral</td>
<td><img src="http://www.belajarkimia.com/images/molekul-oktahedral.JPG" alt="" /></td>
<td>SF6, XeF6</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/cara-menentukan-geometri-molekul-dengan-teori-vsepr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meramalkan Struktur Molekul Dengan Menggunakan Teori VSEPR</title>
		<link>http://belajarkimia.com/meramalkan-struktur-molekul-dengan-menggunakan-teori-vsepr/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/meramalkan-struktur-molekul-dengan-menggunakan-teori-vsepr/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 03:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[meramalkan bentuk geometri molekul]]></category>
		<category><![CDATA[molekul tetrahedral]]></category>
		<category><![CDATA[oktahedral]]></category>
		<category><![CDATA[teori VSEPR]]></category>
		<category><![CDATA[trigonal planar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Struktur molekul adalah pengaturan atom-atom molekul dalam ruang tiga dimensi. Mempelajari struktur molekul dalam ilmu kimia memegang peranan yang sangat penting disebabkan struktur molekul menentukan sifat-sifat kimia suatu molekul. Dalam artikel ini akan dijabarkan bagaimana kita bisa meramalkan struktur molekul dengan memakai teori VSEPR ( valence shell electron pair repulsion) atau kalau di bahasa Indonesiakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Struktur molekul adalah pengaturan atom-atom molekul dalam ruang tiga dimensi. Mempelajari struktur molekul dalam ilmu kimia memegang peranan yang sangat penting disebabkan struktur molekul menentukan sifat-sifat kimia suatu molekul.</p>
<p align="justify">Dalam artikel ini akan dijabarkan bagaimana kita bisa meramalkan struktur molekul dengan memakai teori VSEPR ( valence shell electron pair repulsion) atau kalau di bahasa Indonesiakan menjadi “teori tolakan pasangan elektron valensi” , tapi agar lebih umum kita menyebutnya dengan teori VSEPR ok! (kamu bisa menyebut singkatan “VSEPR” dengan “VESPER” biar mudah dilafalkan”)</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Terus gimana ya bunyi postulat VSEPR itu?</span></strong></p>
<p><span style="color: #800000;">“ bentuk geometri suatu molekul ditentukan sepenuhnya oleh tolakan pasangan elektron dari atom pusat molekul tersebut, dimana pasangan elektron atom pusat suatu molekul akan mengatur posisinya sedemikian rupa sehingga gaya tolakan diantaranya adalah minimal(paling kecil)” ( Pasangan elektron yang dimaksud disini adalah pasangan elektron bebas maupun pasangan elektron terikat)</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #ff0000;">Tips: </span></strong>Agar kamu memahami lebih jelas tentang teori ini maka kamu bisa membayangkan bahwa badanmu adalah suatu atom pusat dan kaki serta tanganmu adalah pasangan elektron ( jadi kamu punya 4 pasangan elektron dari dua tangan dan dua kaki).  Kedua kaki dan kedua tanganmu akan menempatkan posisinya sedemikian rupa sehingga gaya tolakan diantara mereka adalah minimal sehingga kaki dan badanmu akan membentuk bentuk geometri tertentu. Hal yang sama terjadi bila kamu punya 3, 5, atau bahkan 6 pasangan elektron.</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut ini:</span></strong></p>
<p align="justify">Molekul BeCl2 (Berilium Klorida), Molekul ini mempunyai dua pasangan elektron terikat yaitu 2 pasang elektron yang digunakan untuk berikatan dengan CL, struktur Lewis BeCl2 dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/becl2lewis.JPG" alt="" align="center" /></p>
<p align="justify">Dengan menggunakan teori VSEPR, maka dua pasang elektron terikat dari molekul BeCl2 akan  mengatur  posisi sedemikian rupa sehingga gaya tolakannya adalah minimum, misalkan saja kita peroleh 2 bentuk pengaturan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/becl2.JPG" alt="" align="center" /></p>
<p align="justify">Kita perhatikan bahwa pada struktur 1 gaya tolakan pasangan elektron adalah sangat minimal dibandingkan dengan struktur 2, Mengapa? Jarak Cl-Be-Cl adalah 180 derajat, sedangkan struktur 2 jarak Cl-Be_Cl adalah 270 dan 90 derajat jadi Cl-Be-Cl degan jarak 90 derajat akan memiliki gaya tolakan yang besar  dibanding yang berjarak 270 derajat. Jadi struktur 1 adalah struktur yang mungkin untuk BeCl2 berdasarkan teori VSEPR sebab gaya tolakan Cl-Be-Cl adalah yang paling kecil dan sama rata besarnya. Jadi molekul dengan atom pusat yang memiliki hanya 2 pasang elektron terikat akan membentuk geometri seperti gambar 1 yang biasa disebut sebagai <strong><span style="color: #ff0000;">bentuk linear</span></strong>.</p>
<p align="justify">Bagimana dengan BF3 (Boron triflourida) yang memiliki tiga pasang elektron terikat ? struktur yang mungkin adalah seperti gambar dibawah. Struktur 1 memiliki 2 ikatan  F-B-F dengan sudut 90 derajat dan yang lain 180 derajat. Sedangkan struktur 2 seua sudut F-B-F adalah 120 derajat. Menurut teori VSEPR manakah diantara kedua struktur tersebut yang stabil? Yup, benar sama hal nya dengan kasus BeCl2 maka struktur 2 yang stabil dengan gaya tolakan minimal, struktur demikian disebut sebagai <strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;segitiga planar&#8221; </span></strong>atau <strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;trigonal planar&#8221;</span></strong> arti planar ini bisa dianggap sebagai sejajar dengan bidang. Apabila anda meletakkan molekul ini di meja dengan permukaan yang datar maka posisi molekul ini akan sejajar dengan bidang permukaan meja.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/vsepr-bf3.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/vsepr-ch4.JPG" alt="" /></p>
<p align="justify">Bagimana dengan molekul yang mempunyai 4,5, dan 6 pasangan elektron terikat? Mereka masing-masing akan membentuk struktur yang disebut sebagai <strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;tetrahedral&#8221;</span></strong>,  <strong><span style="color: #ff0000;">“trigonal bipiramidal”</span></strong> dan <strong><span style="color: #ff0000;">“octahedral” </span></strong>seperti gambar dibawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:KJRBI8MTPeWWQM:http://chemlab.truman.edu/CHEM121Labs/MM1Files/Tetrahedral.gif" alt="" vspace="30" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/trigonalbipiramid.jpg" alt="" vspace="30" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/octahedral.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/meramalkan-struktur-molekul-dengan-menggunakan-teori-vsepr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bilangan kuantum spin (dilambangkan dengan “s”) dan Azaz Larangan Pauli</title>
		<link>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-spin-dilambangkan-dengan-%e2%80%9cs%e2%80%9d-dan-azaz-larangan-pauli/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-spin-dilambangkan-dengan-%e2%80%9cs%e2%80%9d-dan-azaz-larangan-pauli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 15:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[azaz larangan pauli]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan kuantum spin]]></category>
		<category><![CDATA[spin elektron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Bilangan kuantum spin muncul untuk menjelaskan bahwa elektron yang berputar dapat menghasilkan medan magnet, sangatlah mungkin untuk mengasumsikan bahwa perputaran elektron ini memiliki dua arah yang berbeda sehingga dapat dihasilkan medan magnet yang berlawanan arah. Dengan asumsi ini maka bilangan kuantum spin hanya memiliki dua nilai yang dilambangkan dengan + ½ dan -1/2. Masing-masing nilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bilangan kuantum spin muncul untuk menjelaskan bahwa elektron yang berputar dapat menghasilkan medan magnet, sangatlah mungkin untuk mengasumsikan bahwa perputaran elektron ini memiliki dua arah yang berbeda sehingga dapat dihasilkan medan magnet yang berlawanan arah. Dengan asumsi ini maka bilangan kuantum spin hanya memiliki dua nilai yang dilambangkan dengan + ½ dan -1/2. Masing-masing nilai “s” diatas mewakili dua buah elektron yang berputar berlawanan arah di dalam ruang orbital. Perhatikan ilustrasi berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/spin-elektron.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan gambar di atas, elektron 1 (bulatan berwarna merah) sebelah kiri berputar ke arah kiri dan elektron kedua berputar ke arah kanan (perhatikan tanda putaran biru diatas) akibat perbuataran ini kedua elektron akan menghasilkan medan magnet yang berlawanan arah (ditandai dengan huruf N kutub magnet utara dan S kutub magnet selatan).</p>
<p style="text-align: justify;">Bilangan kuantum spin ini berhubungan dengan postulat Wolfgang pauli (1900-1958) yang menyatakan bahwa suatu elektron didalam atom tidak boleh memiliki 4 bilangan kuantum yang sama. Elektron dalam orbital yang sama akan dapat memiliki nilai n, l, dan m yang sama, sehingga untuk nilai bilangan kuatum yang keempat yaitu bilangan kuantum spin “s” tidak boleh sama. Karena hanya ada 2 nilai s, maka oleh sebab itulah satu orbital maksimal hanya bisa diisi oleh dua elektron dengan dua arah putaran yang berlawanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-spin-dilambangkan-dengan-%e2%80%9cs%e2%80%9d-dan-azaz-larangan-pauli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bilangan Kuantum Azimut dan Magnetik</title>
		<link>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-azimut-dan-magnetik/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-azimut-dan-magnetik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 14:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur Atom & Konfigurasi Elektron]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan kuantum azimut]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan kuantum maknetik]]></category>
		<category><![CDATA[orbital d]]></category>
		<category><![CDATA[orbital p]]></category>
		<category><![CDATA[orbital s]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Bilangan Kuantum Azimut (dilambangkan dengan “l”) Bilangan kuantum azimuth disebut juga bilangan kuantum momentum angular, bilangan kuantum ini berhubungan dengan bentuk orbital. Artinya nilai l yang berbeda menunjukan bentuk orbital yang berbeda pula. Nilai l adalah dari 0 hingga n-1. Adapun bentuk orbital dengan nilai bilangan kuantum azimuth 1 sampai 3 adalah sebagai berikut: l [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Bilangan Kuantum Azimut (dilambangkan dengan “l”)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bilangan kuantum azimuth disebut juga bilangan kuantum momentum angular, bilangan kuantum ini berhubungan dengan bentuk orbital. Artinya nilai l yang berbeda menunjukan bentuk orbital yang berbeda pula. Nilai l adalah dari 0 hingga n-1. Adapun bentuk orbital dengan nilai bilangan kuantum azimuth 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;">l = 0 bentuk orbitalnya disebut “orbital s”<br />
l = 1 bentuk orbitalnya disebut “orbital p”<br />
l = 2 bentuk orbitalnya disebut “orbital d”<br />
l = 3 bentuk orbitalnya disebut “orbital f”</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Bilangan kuantum magnetik</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bilangan kuantum ini menunjukan orientasi orbital di dalam ruang relative dengan kedudukan orbital yang lain dalam atom. Besarnya nilai m ditentukan dari “+l” hingga “-l”. Artinya untuk l = 0 maka nilai m nya adalah 0, untuk l=1 maka nilai m nya adalah -1,0, dan 1. Jadi setiap nilai m menunjukan satu ruang orbital di dalam sub kulit atom. Perhatikan contoh berikut:</p>
<p>l = 0 bentuk orbitalnya disebut “orbital s” dan nilai m yang mungkin adalah 0 sehingga orbital s hanya memiliki 1 ruang orbital<br />
<img src="http://www.belajarkimia.com/images/orbital-s.JPG" alt="" /></p>
<p>l = 1 bentuk orbitalnya disebut “orbital p” dan nilai m yang mungkin adalah -1, 0, dan 1 sehingga orbital p memiliki 3 ruang orbital p dengan orientasi yang berbeda yaitu P<sub>x</sub>, P<sub>y</sub>, P<sub>z</sub>.<br />
<img src="http://www.belajarkimia.com/images/orbital-p-2.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">l = 2 bentuk orbitalnya disebut “orbital d” dan nilai m yang mungkin adalah -2,-1, 0, 1, dan 2,  sehingga orbital d memiliki 5 ruang orbital d dengan orientasi yang berbeda, yaitu d<sub>xz</sub>, d<sub>yz</sub>, d<sub>xy</sub>, d<sub>x<sup>2</sup>-y<sup>2</sup></sub> dan d<sub>z<sup>2</sup></sub>.</p>
<p><img src="http://www.belajarkimia.com/images/orbital-d.JPG" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">
l = 3 bentuk orbitalnya disebut “orbital f” dan nilai m yang mungkin adalah -3,-2,-1, 0, 1, 2, dan 3,  sehingga orbital f memiliki 7 ruang orbital dengan orientasi yang berbeda.</p>
<p><img src="http://www.belajarkimia.com/images/orbital-f-2.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/bilangan-kuantum-azimut-dan-magnetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
