<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Kimia &#187; Larutan Asam Basa</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/category/kimia-sma-kelas-xi/asam-basa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>Website No.1 Belajar Kimia Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 06:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Tahukah Kau Apa Yang Menentukan Kekuatan Asam dan Basa?</title>
		<link>http://belajarkimia.com/tahukah-kau-apa-menentukan-kekuatan-asam-dan-basa/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/tahukah-kau-apa-menentukan-kekuatan-asam-dan-basa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 11:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[Ka]]></category>
		<category><![CDATA[Kb]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan asam basa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mempelajari asam-basa maka kita tidak luput dihadapkan pada seberapa kuat suatu asam dan basa. Apakah suatu zat bersifat sebagai asam kuat, asam lemah atau basa kuat., lalu bagaimanakah kita dapat menentukan kekuatan asam atau kekuatan basa suatu zat? Yang menjadi penentu kekuatan asam atau basa adalah adalah posisi kesetimbangan reaksi disosiasi asam atau basa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mempelajari asam-basa maka kita tidak luput dihadapkan pada seberapa kuat suatu asam dan basa. Apakah suatu zat bersifat sebagai asam kuat, asam lemah atau basa kuat., lalu bagaimanakah kita dapat menentukan kekuatan asam atau kekuatan basa suatu zat?<span id="more-148"></span></p>
<p>Yang menjadi penentu kekuatan asam atau basa adalah adalah posisi kesetimbangan reaksi disosiasi asam atau basa dalam air. Sebagai contoh suatau HA dalam air akan mengalami reaksi disosiasi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">HA + H2O &lt;-&gt; H3O+ + A-</span></strong></p>
<p>Asam kuat adalah zat dimana reaksi kesetimbangan disosiasinya mengarah jauh ke arah kanan, akibatnya pada keadaan setimbang hampir seluruh asam HA terdisosiasi menjadi H3O+ dan A-.</p>
<p>Sedngakan asam lemah berkebalikan dengan asam kuat yaitu reaksi kesetimbangan disosiasinya mengarah jauh ke arah kiri, jadi sangat sedikit sekali HA yang akan terdisosiasi menjadi H3O+ dan A-.</p>
<p>Untuk menentukan besarnya kekuatan asam yang satu dengan yang lainnya maka kita bisa mengukur harga Ka-nya (Konstanta disosiasi asam) yang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">HA + H2O &lt;-&gt; H3O+ + A-</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">Ka = [H3O+][A-] / [HA][H2O]</span></strong></p>
<p>Rumus diatas dapat disederhanakan menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #333399;"><strong>Ka = [H+][A-] / [HA]</strong></span></p>
<p>Yang perlu diperhatikan bahwa H+ diatas mewakili H3O+. Ka adalah tetapan kesetimbangan asam oleh karena itu nilainya sangat dipengaruhi oleh temperatur. Semakin kecil nilai Ka mengindikasikan bahwa asam tersebut adalah asam lemah begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Lalu mengapa dibuku-buku pelajaran kimia hanya asam lemah saja yang memiliki nilai Ka sedangakan asam kuat tidak memiliki nilai Ka?</p>
<p>Sebenarnya asam kuat juga memiliki nilai Ka, akan tetapi nilai Ka asam kuat sangat sulit diukur secara tepat disebabkan kita tidak bisa menghitung secara pasti konsentrasi HA pada kondisi setimbang. Ingat bahwa asam kuat kesetimbangannya jauh ke arah kanan sehingga besarnya konsentrasi  HA yang tidak terdisosiasi sukar untuk ditentukan.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan basa? </strong></p>
<p>Untuk basa hal yang sama seperti diatas dapat diterapkan, missal suatau basa BOH akan terdisosiasi dalam air sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #333399;"><strong>BOH  &lt;-&gt; B+ + OH-</strong></span></p>
<p>Dan tetapan disosiasi basanya adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #333399;"><strong>Kb = [B+][OH-] / [BOH]</strong></span></p>
<p>Berbeda dengan asam tetapan disosiasi basa dilambangan dengan Kb (huruf a dan b pada lambang tetapan disosiasi asam dan basa menyatakan a untuk acid yaitu asam dan b untuk base atau basa).</p>
<p>Sekali lagi Ka dan Kb adalah tetapan kesetimbangan khusus yang menunjukan reaksi disosiasi asam dan basa dalam larutan air. Seperti halnya harga tetapan kesetimbangan yang lain maka nilai Ka dan Kb sangat dipengaruhi oleh temperatur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/tahukah-kau-apa-menentukan-kekuatan-asam-dan-basa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagai Contoh Basa Lewis</title>
		<link>http://belajarkimia.com/berbagai-contoh-basa-lewis/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/berbagai-contoh-basa-lewis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 09:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[asam basa lewis]]></category>
		<category><![CDATA[contoh basa lewis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Berikut saya kasih list daftar senyawa/ion yang bertindak sebagai basa Lewis. Bila kamu belum tahu tentang pengertian asam Lewis maka baca pembahasan disini tentang asam basa Lewis. Oh ya dari contoh-contoh berikut yang  berperan sebagai pendonor elektron didepan atomya di beri tanda titik dua (:) H2 H- He CH4 SiH4 GeH4 SnH4 :NH3 H3 :AsH3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut saya kasih list daftar senyawa/ion yang bertindak sebagai basa Lewis. Bila kamu belum tahu tentang pengertian asam Lewis maka baca pembahasan disini tentang <a title="asam basa lewis" href="../2009/01/definisi-asam-basa-lewis/" target="_self">asam basa Lewis</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya dari contoh-contoh berikut yang  berperan sebagai pendonor elektron didepan atomya di beri tanda titik dua (:)<span id="more-145"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<table border="0" cellspacing="10" cellpadding="10" width="400">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">H2</p>
<p>H-</p>
<p>He</p>
<p>CH4</p>
<p>SiH4</p>
<p>GeH4</p>
<p>SnH4</p>
<p>:NH3</p>
<p> <img src='http://belajarkimia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> H3</p>
<p>:AsH3</p>
<p>:SbH3</p>
<p>H2O:</p>
<p>H2S:</p>
<p>F-</p>
<p>Cl-</td>
<td valign="top">Br-</p>
<p>Br-</p>
<p>I-</p>
<p>H2Se:</p>
<p>H2Te:</p>
<p>HF:</p>
<p>HCl:</p>
<p>HBr:</p>
<p>HI:</p>
<p>He</p>
<p>Ne</p>
<p>Ar</p>
<p>Kr</p>
<p>Xe</p>
<p>H3C-</p>
<p>H3Si-</p>
<p>H3Ge-</td>
<td valign="top">
<p style="text-align: center;">H3Sn-</p>
<p>H2N-</p>
<p>H2P-</p>
<p>H2As-</p>
<p>H2SB-</p>
<p>OH-</p>
<p>HS-</p>
<p>HSe-</p>
<p>HTe-</p>
<p>BH4-</p>
<p>AlH4-</p>
<p>GaH4-</p>
<p>InH4-</p>
<p>[Cr2O7]2-</p>
<p>[FeBr4]-</p>
<p>[SbF6]-</p>
<p>anion bensil</p>
<p>senyawa alkuna</p>
<p>senyawa elkena</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>referensi:</p>
<ul>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Lewis_Acid</li>
<li>http://www.meta-synthesis.com/webbook/12_lab/lab.html</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/berbagai-contoh-basa-lewis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagai Contoh Asam Lewis</title>
		<link>http://belajarkimia.com/bebagai-contoh-asam-lewis/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/bebagai-contoh-asam-lewis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 09:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[asam basa lewis]]></category>
		<category><![CDATA[contoh asam basa lewis]]></category>
		<category><![CDATA[contoh asam lewis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Berikut saya kasih list daftar senyawa/ion yang bertindak sebagai asam Lewis. Bila kamu belum tahu tentang pengertian asam Lewis maka baca pembahasan disini tentang asam basa Lewis. Oh ya perlu diingat bahwa untuk menjadi asam lewis suatu spesies tidak harus menyediakan orbital kosong ya&#8230; H+ B2H6 BF3 Al2Cl6 AlF3 SiF4 PCl5 SF4 [Mg(H2O)6]2+ [Al(H2O)6]3+ [H3]+ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut saya kasih list daftar senyawa/ion yang bertindak sebagai asam Lewis. Bila kamu belum tahu tentang pengertian asam Lewis maka baca pembahasan disini tentang <a title="asam basa lewis" href="http://belajarkimia.com/2009/01/definisi-asam-basa-lewis/" target="_self">asam basa Lewis</a>. Oh ya perlu diingat bahwa untuk menjadi asam lewis suatu spesies tidak harus menyediakan orbital kosong ya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-139"></span></p>
<table border="0" cellspacing="10" cellpadding="10" width="400">
<tbody>
<tr>
<td>H+</p>
<p>B2H6</p>
<p>BF3</p>
<p>Al2Cl6</p>
<p>AlF3</p>
<p>SiF4</p>
<p>PCl5</p>
<p>SF4</p>
<p>[Mg(H2O)6]2+</p>
<p>[Al(H2O)6]3+</p>
<p>[H3]+</p>
<p>Li+</p>
<p>Na+</p>
<p>K+</p>
<p>Rb+</td>
<td valign="top">Cs+</p>
<p>Be2+</p>
<p>Mg2+</p>
<p>Ca2+</p>
<p>Sr2+</p>
<p>Ba2+</p>
<p>[CH5]+</p>
<p>[SiH5]+</p>
<p>[GeH5]+</p>
<p>[SnH5]+</p>
<p>[NH4]+</p>
<p>[PH4]+</p>
<p>[AsH4]+</p>
<p>[SbH4]+</td>
<td valign="top">[OH3]+</p>
<p>[SH3]+</p>
<p>[SeH3]+</p>
<p>[TeH3]+</p>
<p>[FH2]+</p>
<p>[ClH2]+</p>
<p>[BrH2]+</p>
<p>[IH2]+</p>
<p>[HeH]+</p>
<p>[NeH]+</p>
<p>[ArH]+</p>
<p>[NKrH]+</p>
<p>[XeH]+</p>
<p>Ion logam transisi seperti Cr3+, Mn2+, Ag+, Zn2+ dan banyak ion logam golongan<br />
transisi lainnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>referensi:</p>
<ul>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Lewis_Acid</li>
<li>http://www.meta-synthesis.com/webbook/12_lab/lab.html</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/bebagai-contoh-asam-lewis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Asam Basa Lewis</title>
		<link>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-lewis/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-lewis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 08:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[asam lewis]]></category>
		<category><![CDATA[basa lewis]]></category>
		<category><![CDATA[definisi asam basa lewis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Gilbert N. Lewis pada tahun 1923 mempublikasikan definisi asam basa berdasarkan teori ikatan kimia dimana definisi asam basa Lewis adalah sebagai berikut. Asam adalah aseptor pasangan elektron bebas sedangkan basa adalah donor pasangan elektron bebas. Teori asam basa Lewis mencakup pengertian yang lebih luas dibandingkan definisi asam basa Arrhenius dan Bronsted-Lowry. Konsep asam basa Bronsted-Lowry [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gilbert N. Lewis pada tahun 1923 mempublikasikan definisi asam basa berdasarkan teori ikatan kimia dimana definisi asam basa Lewis adalah sebagai berikut.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Asam adalah aseptor pasangan elektron bebas sedangkan basa adalah donor pasangan elektron bebas. </span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Teori asam basa Lewis mencakup pengertian yang lebih luas dibandingkan definisi asam basa <a title="definisi asam basa arrhenius" href="http://belajarkimia.com/2009/01/definisi-asam-basa-arrhenius/" target="_self">Arrhenius</a> dan <a title="asam basa bronsted lowry" href="http://belajarkimia.com/2009/01/definisi-asam-basa-bronsted-lowry/" target="_self">Bronsted-Lowry</a>. Konsep asam basa  Bronsted-Lowry dengan Lewis adalah berbeda akan tetapi kedua konsep ini saling melengkapi. Basa Lewis adalah basa Bronsted-Lowry juga disebabkan dapat mendonorkan pasangan elektron bebasnya, akan tetapi asam Lewis belum tentu menjadi asam Bronsted-Lowry disebabkan asam Bronsted-Lowry adalah donor proton sedangkan asam Lewis adalah acceptor elektron. Spesies apapun yang dapat menjadi aseptor pasangan elektron bebas bisa disebut sebagai asam lewis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Basa Lewis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diingat bahwa basa Lewis adalah donor pasangan elektron bebas, spesies berupa molekul atau ion yang memiliki tendensi untuk mendonorkan pasangan elektron bebasnya maka digolongkan dalam basa Lewis. Contoh basa Lewis adalah ion halide ( Cl-, F-, Br- dan I-), ammonia, ion hidroksida, molekul air, senyawa yang mengandung N, O, atau S, senyawa golongan eter, ketone, molekul CO2 dan lain-lain. Gambar dibawah menunjukkan basa Lewis dengan pasangan elektron bebasnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/basalewis.PNG" border="1" alt="basa lewis" /><br />
<strong>Asam Lewis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Asam Lewis adalah aseptor pasangan elektron bebas. Contoh asam lewis adalah H+, B2H6, BF3, AlF3, ion logam transisi yang bisa mebentuk ion kompleks seperti Fe2+, Cu2+, Zn2+, dan sebagainya. Oh ya mungkin kamu berfikir bahwa untuk menjadi asam Lewis akan selalu diperlukan orbital kosong untuk menampung pasangan elektron yang didonorkan oleh basa Lewis tapi hal ini tidaklah mutlak sebab untuk menjadi asam Lewis tidak selalu suatu spesies menyediakan orbital kosong.</p>
<p style="text-align: justify;">Reaksi asam Lewis dan basa lewis dapat dicontohkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/breaksilewis.PNG" border="1" alt="basa lewis" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-lewis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Asam Basa Bronsted-Lowry</title>
		<link>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-bronsted-lowry/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-bronsted-lowry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 05:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[asam basa konjugasi bronsted lowry]]></category>
		<category><![CDATA[contoh asam bronsted lowry]]></category>
		<category><![CDATA[definisi asam basa Bronsted Lowry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Johannes Nicolaus Bronsted dan Thomas Martin Lowry pada tahun 1923 secara terpisah mendefinisikan asam-basa sebagai berikut: Asam adalah donor proton dan sebaliknya basa disebut sebagai aseptor proton Kemudian teori ini lebih dikenal sebagai teori asam basa Bronsted-Lowry sebagai penghargaan bagi mereka berdua. Konsep asam basa Bronsted-Lowry tidak menentang konsep asam-basa Arrhenius akan tetapi bisa dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Johannes Nicolaus Bronsted dan Thomas Martin Lowry pada tahun 1923 secara terpisah mendefinisikan asam-basa sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">Asam adalah donor proton dan sebaliknya basa disebut sebagai aseptor proton</span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian teori ini lebih dikenal sebagai teori a<strong>sam basa Bronsted-Lowry </strong>sebagai penghargaan bagi mereka berdua. Konsep asam basa Bronsted-Lowry tidak menentang konsep asam-basa <a title="teori asam basa Arrhenius" href="http://belajarkimia.com/2009/01/definisi-asam-basa-arrhenius/ " target="_self">Arrhenius</a> akan tetapi bisa dikatakan sebagai perluasan dari konsep tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ion hidroksida dalam konsep Arrhenius tetap menjadi basa dalam konsep Bronsted-Lowry disebabkan ion hidroksida dapat menerima H+ (aseptor proton) untuk membentuk H2O.</p>
<p><strong>Contoh:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">HCl dan HNO3 adalah asam Bronsted-Lowry disebabkan kedua spesies ini mampu memberikan ion H+ (proton H+) kepada air dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">HCl(aq) + H2O(l) -&gt; H3O+(aq) + Cl-(aq)<br />
HNO3(aq) + H2O -&gt;H3O+(aq) + NO3-(aq)</span></p>
<p style="text-align: justify;">NH3 dan ion OH- adalah basa menurut Bronsted-Lowry disebabkan kedua spesies ini adalah aseptor proton. NH3 dapat bereaksi dengan air untuk membentuk NH4+ dan OH- dapat bereaksi dengan H+ membentuk air.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">NH3(g) + H2O(l) -&gt; NH4+(aq) + OH-(aq)<br />
OH-(aq) + H+(aq) -&gt; H2O(l)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu keunngulan teori asam-basa Bronsted-Lowry adalah konsep ini bisa menjelaskan mengenai sifat asam basa reaksi yang reversible. Contoh jenis reaksi ini adalah reaksi disosiasi asam lemah CH3COOH.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">CH3COOH(aq) + H2O <img src="http://www.belajarkimia.com/images/anakpanahbolakbalik.JPG" alt="" /> H3O+(aq) + CH3COO-(aq)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang perhatikan reaksi yang hanya berjalan ke kanan</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">CH3COOH(aq) + H2O(l)  -&gt; H3O+(aq) + CH3COO-(aq)</span></p>
<ul>
<li>CH3COOH adalah asam sebab spesies ini mendonorkan proton pada H2O</li>
<li>H2O adalah basa sebab spesies ini menerima proton dari CH3COOH</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk reaksi kebalikkannya</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">H3O+(aq) + CH3COO-(aq) -&gt; CH3COOH(aq) + H2O(l) </span></p>
<ul>
<li>H3O+ adalah asam sebab spesies ini mendonorkan proton pada CH3COO-</li>
<li>CH3COO- adalah basa sebab spesies ini menerima proton pada H3O+</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Artinya reaksi reversible dari asam lemah diatas memiliki 2 asam dan 2 basa yang saling berpasangan yang kita sebut sebagai pasangan <strong>asam basa</strong> <strong>konjugasi Bronsted-Lowry</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belajarkimia.com/images/asambasaBL-1.PNG" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Artinya CH3COOH adalah asam konjugasi dari CH3COO- atau CH3COO- adalah basa konjugasi dari CH3COOH. Keduanya berpasangan sehingga dinamakan asam basa konjugasi Bronsted-Lowry.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara mudah mengingat asam basa konjugasi Bronsted-Lowry adalah sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat asam konjugasi Bronsted-Lowry maka tabahkan satu H+ pada spesies yang ditanyakan, sedangkan untuk membuat basa konjugasi dari Bronsted-Lowry maka tinggal ambil satu H+ dari spesies yang ditanyakan.</p>
<ul>
<li>H2SO4 basa konjugasinya (tinggal ambil 1 H+) adalah HSO4-</li>
<li>HNO3 basa konjugasinya (tinggal ambil 1 H+) adalah NO3-</li>
<li>PO43- asam konjugasinya (tinggal tambah 1 H+) adalah HPO42-</li>
<li>Cl- asam konjugasinya (tinggal tambah 1 H+) HCl</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Oh ya teorivasam-basa Bronsted-Lowry ini ada kelemahannya juga yaitu dia tidak bisa menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan transfer proton (H+) seperti reaksi berikut;</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Fe2+(aq) + 6H2O(l) -&gt; Fe(H2O)62+(aq)<br />
AgCl(s) + NH3(aq) -&gt; Ag(NH3)Cl(aq)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dua reaksi diatas adalah contoh sebagian kecil reaksi asam basa yang tidak bisa dijelaskan lewat konsep asam basa Bronsted-Lowry akan tetapi dapat dijelaskan dengan menggunakan teori asam-basa Lewis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-bronsted-lowry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Asam-Basa Arrhenius</title>
		<link>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-arrhenius/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-arrhenius/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 04:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[definisi asam basa arrhenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Svante August Arrhenius (19 Februari 1859-2 Oktober 1927) seorang ilmuwan Swedia mendefinisikan teori asam-basa sebagai berikut: Asam adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion H+ di dalam air dan basa adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion OH- di dalam air. Atau dengan pernytaan lain Asam adalah suatu spesies yang apabila dilarutkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-130" title="180px-arrhenius2" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/01/180px-arrhenius2.jpg" alt="180px-arrhenius2" hspace="10" vspace="10" width="180" height="225" />Svante August Arrhenius (19 Februari 1859-2 Oktober 1927) seorang ilmuwan Swedia mendefinisikan teori asam-basa sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Asam adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion H+ di dalam air dan basa adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion OH- di dalam air.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Atau dengan pernytaan lain</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Asam adalah suatu spesies yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dan basa adalah suatu spesies yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH-.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh gas HCl ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dan Cl-  sehingga menurut konsep ini HCl dalam larutan air adalah asam.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">HCl(g)  -&gt; H+(aq) + Cl-(aq)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Contoh asam yang lain adalah HF, HBr, HNO3, H2SO4, H3PO4, CH3COOH, H2C2O4, dan sebagainya. Sedangkan KOH bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion K+ dan OH- oleh sebab itu KOH  menurut teori Arrhenius adalah basa.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">KOH(s) -&gt; K+(aq) + OH-(aq)</span><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Contoh yang lain adalah NaOH, Ca(OH)2, NH4OH, Ba(OH)2 dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori asam basa menurut Arrhenius adalah teori yang amat sempit mengingat teori ini hanya terbatas pada spesies yang memiliki H+ atau OH- dan spesies tersebut ada dalam pelarut air artinya apabila spesies tersebut tidak memiliki H+ atau OH- dan reaksinya dijalankan dengan pelarut non-air maka teori ini tidak berlaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh gas ammonia (NH3) dapat bereaksi dengan gas HCl membentuk ammonium klorida padat dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">NH3(g) + HCl(g) -&gt; NH4Cl(s)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Reaksi diatas adalah salah satu contoh reaksi asam basa yang tidak bisa dijelaskan dengan teori Arrhenius disebabkan reaksi diatas tidak melibatkan adanya H+ dan OH-. Apabila reaksi diatas dilakukan dalam medium air maka yang terlibah adalah larutan NH4OH dan larutan HCl dengan reaksi berikut;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">NH4OH(aq) + HCl(aq) -&gt; NH4Cl(aq) + H2O(l)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nah sudah terlihat kan mengapa teori Arrhenius hanya terbatas pada reaksi yang dijalankan pada medium air yang melibatkan ion H+ dan OH-. Hal ini bisa dijelaskan dengan menggunakan teori asam Bronsted-Lowry dan Lewis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/definisi-asam-basa-arrhenius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapakah Konsentrasi H+ dan OH- Dalam Air Murni?</title>
		<link>http://belajarkimia.com/berapakah-konsentrasi-h-dan-oh-dalam-air-murni/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/berapakah-konsentrasi-h-dan-oh-dalam-air-murni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 04:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Larutan Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[Kw air]]></category>
		<category><![CDATA[pH air murni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Air adalah zat kimia yang memiliki rumus kimia H2O, air dibangun dari hirdrogen yang beriktan kovale tunggal dengan oksigen. Pada suhu kamar air berwujud cair, dan merupakan pelarut yang paling banyak digunakan untuk melarutka berbagai macam zat sehingga tak heran jika air disebut sebagai pelarut universal. Tahukah kamu bahwa air murni memiliki konduktivitas yang rendah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Air adalah zat kimia yang memiliki rumus kimia H2O, air dibangun dari hirdrogen yang beriktan kovale tunggal dengan oksigen. Pada suhu kamar air berwujud cair, dan merupakan pelarut yang paling banyak digunakan untuk melarutka berbagai macam zat sehingga tak heran jika air disebut sebagai pelarut universal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahukah kamu bahwa air murni memiliki konduktivitas yang rendah, bagaimana bisa? Mungkin kamu berfikir bahwa namanya saja air murni berarti di dalam air hanya ada molekul air (H2O) dan tidak ada ion maupun senyawa ionik yang terlarut di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang hal tersebut benar, konduktifitas air murni ini disebabkan karena sifat adalah amfoter, artinya dia bisa bersifat sebagai asam maupun basa sehingga pada waktu tertentu air dapat terautoionisasi menghasilkan ion hydroksonium (H+) dan ion hidroksida (OH-) dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">H2O(l) + H2O(l)<img src="http://www.belajarkimia.com/images/anakpanahbolakbalik.JPG" alt="" /> H3O+(aq) + OH-(aq)</span></strong></p>
<p>Atau kamu bisa menyederhanakan persamaan reaksi diatas menjadi</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">H2O(l)<img src="http://www.belajarkimia.com/images/anakpanahbolakbalik.JPG" alt="" /> H+(aq) + OH-(aq)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Asalkan kamu ingat bahwa H+ dalam reaksi kedua secara aktual mewakili ion hidroksonium. Dengan menggunkan reaksi kedua diatas kita dapat menuliskan persamaan kesetimbangannya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">Kw = [H+][OH-] / [H2O]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dimana Kw adalah konstanta kesetimbangan air (konstanta disosiasi air). Karena air adalah pelarut murni dan pada waktu tertentu sangat sedikit sekali jumlah molekul air yang terionisasi maka konsentrasi [H2O] dapat dianggap tetap (tidak berubah) dengan demikian  kita bisa menghilangkannya dari persamaan diatas, sehingga persamaanya akan menjadi seperti berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">Kw = [H+][OH-]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi berapakah nilai Kw? Seperti halnya konstanta kesetimbangan yang lain nilai Kw dipengaruhi oleh temperatur. Perhitungan yang teliti diperoleh pada 25 C nilai Kw adalah 1.0&#215;10<sup>-14</sup> mol<sup>2</sup>.L<sup>-6</sup>. Apabila nilai ini kita masukan dalam persamaan Kw diperoleh:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">1.0&#215;10<sup>-14</sup> = [H+][OH-]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi kamu lihat persamaan reaksi diatas. Untuk setiap kali air yang terionisasi selalu menghasilkan jumlah H+ dan OH- yang sama. Misalkan saja air yang terionisasi menghasilkan 1 mol ion hidroksonium maka ion hidroksida yang dihasilkan pun akan 1 mol mengingat perbandingan mol H+ dan OH- adalah 1:1. Oleh sebab itu maka kita bisa mengganti [OH-] dengan [H+] sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">[H+][H+] = 1.0&#215;10<sup>-14</sup><br />
[H+]2 = 1.0&#215;10<sup>-14</sup><br />
[H+] = 1.0&#215;10<sup>-7</sup> M</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pada air murni 25 C konsentrasi [H+] akan selalu  sama dengan konsentrasi [OH-] yaitu sebesar  1.0&#215;10<sup>-7</sup>M. Dengan mengubah menjadi pH diperoleh:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #800000;">pH = -log [H+] = -log  1.0&#215;10<sup>-7</sup>= 7</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Disinilah diperoleh bahwa pH air murni pada suhu 25 C adalah 7, disebabkan pada kondisi ini konsentrasi H+ adalah sama dengan konsentrasi OH- maka nilai 7 adalah nilai pH netral dari air. Kurang dari 7 maka keadaannya disebut asam dan diatas 7 disebut basa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/berapakah-konsentrasi-h-dan-oh-dalam-air-murni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
