<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Kimia &#187; Termokimia</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/category/kimia-sma-kelas-xi/termokimia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>Website No.1 Belajar Kimia Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 06:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Menghitung Entalpi Dengan Menggunakan Hukum Hess</title>
		<link>http://belajarkimia.com/menghitung-entalpi-dengan-menggunakan-hukum-hess/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/menghitung-entalpi-dengan-menggunakan-hukum-hess/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hess]]></category>
		<category><![CDATA[mencari entalpi dengan hukum hess]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Hess menyatakan bahwa, “entalpi suatu reaksi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi akan tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir. Jadi untuk menentukan entalpi suatu reaksi kita bisa memperolehnya dengan mengambil semua jalan yang tersedia” Artinya untuk menentukan entalpi suatu reaksi tunggal maka kita bisa mengkombinasi beberapa reaksi sebagai “jalan” untuk menentukan entalpi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum Hess menyatakan bahwa,</p>
<p><strong>“entalpi suatu reaksi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi akan tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir. Jadi untuk menentukan entalpi suatu reaksi kita bisa memperolehnya dengan mengambil semua jalan yang tersedia”</strong></p>
<p>Artinya untuk menentukan entalpi suatu reaksi tunggal maka kita bisa mengkombinasi beberapa reaksi sebagai “jalan” untuk menentukan entalpi reaksi tunggal tersebut. Hasil akhir yang akan kita peroleh akan menunjukkan nilai yang sama.</p>
<p>Sebagai contoh:</p>
<p>Entalpi pembentukan NO2 dapat kita cari dari reaksi berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000080;"><strong>N2(g)  + O2(g)   -&gt;   2NO2(g)  deltaH = 68 KJ</strong></span></p>
<p>Dengan mengetahui entalpi standart pembentukan NO2 maka kita bisa menghitung besarnya berapa nilai entalpi untuk reaksi diatas.</p>
<p>Atau kita bisa menghitungnya dengan menggunakan kombinasi beberapa reaksi (minimal 2 reaksi dan bahkan bisa lebih) berikut:</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-244" title="reaksipembentukanNO2" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/reaksipembentukanNO2-300x88.jpg" alt="reaksipembentukanNO2" width="300" height="88" /></p>
<p>Dengan mengethaui besarnya entalpi dari reaksi I dan II diatas maka kita bisa mencari entalpi pembentukan NO2. Tentu saja kita harus mengatur satu reaksi dengan reaksi yang lain agar nantinya jika kesemua reaksi dijumlahkan akan diperoleh reaksi yang diingkan.</p>
<p>Lalu apa kegunaan daripada hukum Hess? Salah satu manfaat hukum Hess adalah kita dapat menghitung entalpi suatu reaksi yang sangat sulit sekali diukur dilaboratorium.</p>
<p>Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan hukum hess adalah:</p>
<ul>
<li>Kita dapat mengkombinasikan beberapa reaksi yang telah diketahui entalpinya untuk memperoleh entalpi reaksi yang kita cari.</li>
<li>Kebalikan dari suatu reaksi mengakibatkan perubahan tanda entalpi, artinya jika suatu reaksi berjalan secara eksoterm maka kebalikan reaksi tersebut adalah endoterm dengan tanda entalpi yang saling berlawanan.<img class="aligncenter size-medium wp-image-245" title="reaksikebalikan" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/reaksikebalikan-300x68.jpg" alt="reaksikebalikan" width="300" height="68" /></li>
<li>Jika suatu reaksi dikalikan dengan suatu bilangan maka entalpi reaksi tersebut juga harus dikalikan dengan bilangan yang sama. <img class="aligncenter size-medium wp-image-246" title="reaksi" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2009/10/reaksi-300x63.jpg" alt="reaksi" width="300" height="63" /></li>
</ul>
<p>Tips:</p>
<p>Untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan hukum Hess maka kita lebih mudah mengerjakannya dengan mengurutkannya dari belakang (bawah). Artinya Anda melihat terlebih dahulu reaksi yang ditanyakan, kemudian mulai menyusun satu persatu reaksi yang diketahui berdasarkan reaktan dan produk dari reaksi yang dicari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/menghitung-entalpi-dengan-menggunakan-hukum-hess/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kalor Pembentukan AgCl</title>
		<link>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pembentukan-agcl/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pembentukan-agcl/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[entalpi pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[kalorimeter]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah calorimeter diisi denga 50 mL AgNO3 0,100 M da 50 mL HCl 0,10 M. Suhu awal kedua larutan adalah 22,6 oC, dan suhu setelah pencampuran adalah 23,4 oC. Hitunglah kalor yang menyertai pembentukan AgCl dalam kJ/mol? (anggap massa larutan 100 g dan kalor jenis 4,18 J/C.g) Jawab Rumus termokimia yang kita pakai adalah q=mcT [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah calorimeter diisi denga 50 mL AgNO3 0,100 M da 50 mL HCl 0,10 M. Suhu awal kedua larutan adalah 22,6 <sup>o</sup>C, dan suhu setelah pencampuran adalah 23,4 <sup>o</sup>C. Hitunglah kalor yang menyertai pembentukan AgCl dalam kJ/mol? (anggap massa larutan 100 g dan kalor jenis 4,18 J/C.g)</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Jawab</strong></span></p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/ ">Rumus termokimia</a> yang kita pakai adalah q=mcT karena menggunakan calorimeter. Reaksi bersifat eksoterm karena suhu akhir lebih besar jadi panas dibebaskan dari reaksi AgNO3 dan HCl dan kemudian diterima oleh calorimeter.</p>
<p>Perubahan panas yang diterima calorimeter (q)</p>
<p>= m.c.(delta)T</p>
<p>= 100. 4,18 . (23,4 – 22,6)</p>
<p>= 334,4 J</p>
<p>Karena reaksinya eksoterm maka besar kalor adalah -334,4 J</p>
<p>Mole AgNO3 = 50mL.0,1M = 5 mmol</p>
<p>Mole HCl   = 50mL. 0,1M = 5 mmol</p>
<p>Reaksi yang terjadi:</p>
<p>AgNO3  + HCl -&gt; AgCl + HNO3</p>
<p>5 mmol    5 mmol   5 mmol</p>
<p>Mole AgCl yang dihasilkan dari reaksi diatas adalah 5 mmol atau 5.10<sup>-3</sup> mol. -334,4 joule kalor menyertai pembentukan 5.10<sup>-3</sup> mol AgCl. Jadi kalor untuk pembentukan AgCl dalam satuan kJ/mol adalah:</p>
<p>= -334,4 J/5.10<sup>-3</sup> mol</p>
<p>= -66880 J/mol</p>
<p>= &#8211; 66,88 kJ/mol</p>
<p>= -67 kJ/mol</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pembentukan-agcl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kalor Penetralan HCl Dengan NaOH</title>
		<link>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-penetralan-hcl-dengan-naoh/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-penetralan-hcl-dengan-naoh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[entalpi pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[kalorimeter]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah calorimeter  diisi dengan campuran 100 mL NaOH 1 M dan 100 mL HCl  1 M. Suhu awal campuran adalah 24,6 oC dan setelah reaksi berlangsung temperaturenya menjadi 31,3 oC. Dengan mengasumsikan bahwa densitas larutan adalah 1 g/mL dan kalor jenis larutan adalah 4,18 J/C.g maka hitunglah kalor penetralan tersebut. Hitung pula kalor untuk setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah calorimeter  diisi dengan campuran 100 mL NaOH 1 M dan 100 mL HCl  1 M. Suhu awal campuran adalah 24,6<sup> o</sup>C dan setelah reaksi berlangsung temperaturenya menjadi 31,3<sup> o</sup>C. Dengan mengasumsikan bahwa densitas larutan adalah 1 g/mL dan kalor jenis larutan adalah 4,18 J/C.g maka hitunglah kalor penetralan tersebut. Hitung pula kalor untuk setiap pembentukan 1 mol H2O.</p>
<p>Jawab:</p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/ ">Rumus termokimia</a> yang dipakai adalah q=mcT sebab disini menggunakan calorimeter. Karena temperature akhir lebih tinggi dari temperature awal maka reaksi adalah eksoterm dan tanda entalpinya nanti adalah (-) negative.</p>
<p>Volume total larutan = 100 + 100 = 200 mL</p>
<p>Massa larutan = Vx densitas = 200mL x 1 g/mL = 200g</p>
<p>Panas yang dikeluarkan sistem = panas yang diterima calorimeter besarnya (q)</p>
<p>= m.c. (delta)T</p>
<p>= 200 . 4,18 . (31,3 – 24,6)</p>
<p>= 5601,2 J</p>
<p>Jadi kalor penetralan HCl dengan NaOH diatas adalah -5601,2 J (tanda negative karena reaksinya eksoterm)</p>
<p>Pembentukan mol H2O dari reasi diatas adalah :</p>
<p>H+   +  OH-  -&gt; H2O</p>
<p>Mol H+ = 100mL . 1 M = 10 mmol</p>
<p>Mol OH- = 100mL . 1 M = 10 mmol</p>
<p>Karena perbandingan mol H+ dan OH- adalah 1:1 maka mol H2O yang terbentuk juga 10 mmol. Kalor sebesar -5601,2 J adalah kalor yang dibebaskan untuk membentuk 10 mmol H2O, jadi kalor yang dibebaskan untuk membentuk 1 mol H2O adalah:</p>
<p>= -5601,2 J/0,01 mol</p>
<p>= -560120 J/mol</p>
<p>= -560 kJ/mol</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-penetralan-hcl-dengan-naoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kalor Pelarutan KBr dengan Kalorimeter</title>
		<link>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pelarutan-kbr-dengan-kalorimeter/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pelarutan-kbr-dengan-kalorimeter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[kalorimeter]]></category>
		<category><![CDATA[rumus termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah calorimeter “Coffee Cup” berisi 125 g air pada temperature 24,2 oC. Kemudian padatan kalium bromide 10,5 g yang juga pada suhu tersebut dimasukkan dalam calorimeter itu. Setelah semua KBr terlarut maka suhu yang terukur adalah 21,1 oC. Hitunglah perubahan entalpi pada proses pelarutan KBr tersebut dalam J/g dan kJ/mol. Asumsikan bahwa kalor jenis larutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah calorimeter “Coffee Cup” berisi 125 g air pada temperature 24,2 <sup>o</sup>C. Kemudian padatan kalium bromide 10,5 g yang juga pada suhu tersebut dimasukkan dalam calorimeter itu. Setelah semua KBr terlarut maka suhu yang terukur adalah 21,1 <sup>o</sup>C. Hitunglah perubahan entalpi pada proses pelarutan KBr tersebut dalam J/g dan kJ/mol. Asumsikan bahwa kalor jenis larutan adalah 4,18 J/C.g dan tidak ada panas yang ditransfer ke lingkungan.</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Jawab:</strong></span></p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/ ">Rumus termokimia</a> yang dipakai untuk mengerjakan soal ini adalah q=mct dimana prinsipnya adalah panas yang diserap sama dengan panas yang diterima sistem. Karena suhu akhir lebih rendah dibanding suhu awal maka reaksinya tergolong endoterm artinya sistem menyerap panas.</p>
<p>Massa larutan = 125 + 10,5 = 135,5 g</p>
<p>Perubahan suhu = 21,1 – 24,2 =  -3,1<sup> o</sup>C</p>
<p>Perubahan panas (q)</p>
<p>= m.c.(delta)T</p>
<p>= 135,5 . 4,18 . 3,1</p>
<p>= &#8211; 1755, 8 J</p>
<p>Ingat karena reaksi berjalan endoterm maka tanda (-) tidak kita pakai jadi perubahan panasnya adalah +1755,8 J</p>
<p>Perubahan panas pelarutan dalam J/g</p>
<p>= 1755,8 J / 10,5 g</p>
<p>= 1619,75 J/g</p>
<p>Mol KBr</p>
<p>= g/Mr</p>
<p>= 10,5 / (39+80)</p>
<p>= 0,088 mol</p>
<p>Perubahan panas pelarutan dalam kJ/mol</p>
<p>= 1755,8 J/0,088 mol</p>
<p>= 19952,27 J/mol</p>
<p>= 19,95227 kJ/mol</p>
<p>= 20 kJ/mol</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/mencari-kalor-pelarutan-kbr-dengan-kalorimeter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat (4) Rumus Penting Untuk Sukses Mengerjakan Soal Termokimia</title>
		<link>http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 13:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Empat (4) Rumus Penting Untuk Sukses Mengerjakan Soal Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu mengalami kesulitan dalam belajar bab Termokimia? Kalau jawaban kamu “Ya” maka saya rasa kamu wajib untuk membaca kelanjutan artikel ini. Gimana dengan kamu yang sudah lancer mengerjakan soal-soal Termokimia? Saya rasa teruskan saja membaca artikel ini, barangkali saja bisa menambah referensi kamu, tul kan he he he hehe. Menurut pengalaman saya ada 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Apakah kamu mengalami kesulitan dalam belajar bab Termokimia? Kalau jawaban kamu “Ya” maka saya rasa kamu wajib untuk membaca kelanjutan artikel ini. Gimana dengan kamu yang sudah lancer mengerjakan soal-soal Termokimia? Saya rasa teruskan saja membaca artikel ini, barangkali saja bisa menambah referensi kamu, tul kan he he he hehe.</p>
<p align="justify">Menurut pengalaman saya ada 4 macam rumus utama yang bisa digunakan untuk menyelesaikan soal-soal termokimia, yaitu:</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #ff0000;">1. Rumus Kalorimeter</span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #ff0000;"><img class="aligncenter" title="rumus q=mct" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/qmct.JPG" alt="" width="184" height="42" /></span></strong></p>
<p align="justify">Rumus ini sering dipakai apabila kita ingin mencari energi panas yang dihasilkan dari pencampuran dua buah larutan atau untuk mencari energi panas yang terlibat dalam reaksi yang dilakukan dengan menggunakan calorimeter. Contoh soal seperti ini misalnya larutan NaOH dicampur dengan larutan H2SO4 dan kemudian kita disuruh mencari panas netralisasi, atau suatu zat dibakar dalam calorimeter kemudian panas yang dihasilkan ditransfer dalam air didalam calorimeter dan kita disuruh mencari panas pembakaran zat tersebut.</p>
<p align="justify">Oh ya jika diketahui kalor jenis ( c )  zat maka gunakan rumus Q=mc? T tapi kalau yang diketahui kapasitas panasnya ( C ) maka gunakan rumus Q=C? T</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Rumus Entalpi Pembentukan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="aligncenter" title="rumus entalpi" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/entalpiproduk.JPG" alt="" width="272" height="61" /></strong></span></p>
<p align="justify">Rumus ini dipakai apabila dalam soal kita disuruh mencari entalpi suatu reaksi dan yang diketahui adalah data-data entalpi pembentukan dari masing-masing spesies dalam reaksi. Contoh tipe soal dengan penyelesaian rumus ini adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“Hitung entalpi reaksi  A + B -&gt; C + D jika diketahui entalpi pembentukan A =….KJ/mol, B= …KJ/mol, C = …KJ/mol dan D=…KJ/mol”</p>
</blockquote>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Rumus Energi Ikatan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="aligncenter" title="rumus termokimia" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/energiikatan.JPG" alt="" width="337" height="51" /></strong></span></p>
<p align="justify">Rumus ini dipakai untuk menyelesaikan soal-soal yang diketahui data energi pemutusan ikatan / data pembentukan ikatan. Contoh dari soal ini adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“Hitung reaksi CH4 + O2 -&gt; CO2 + H2O jika diketahui data energi ikatan C-H = …KJ, O=O=…KJ, H-O=…KJ dan seterusnya.”</p>
</blockquote>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>4. Rumus mencari entalpi reaksi dengan dasar hukum Hess</strong></span></p>
<p align="justify">Soal-soal dengan penyelesaian seperti ini tandanya adalah terdapat data sejumlah reaksi dan akhirnya kita disuruh mencari entalpi reaksi tertentu. Cara nya adalah dengan mengatur kembali reaksi-reaksi yang ada sehingga jika reaksi-reaksi tersebut dijumlahkan amaka akan kita peroleh reaksi yang ditanyakan. Contoh soalnya adalah memiliki cirri-ciri sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“ hitunglah entalpi reaksi A + E -&gt; B + F jika diketahui;</p>
<p align="justify">A + D -&gt; C + B ?H = …KJ/mol<br />
B + D -&gt; F ?H = …KJ/mol<br />
E + F -&gt; C + D ?H = …KJ/mol&#8221;</p></blockquote>
<p align="justify">Nah yang perlu diingat disini adalah bahwa data entalpi yang ditulis di buku adalah dalam satuan KJ/mol, contohnya entalpi pembentukan CO2 adalah  ?H = -394 KJ/mol, ini berarti pembentukan 1 mol CO2 akan membebaskan energi sebanyak 394 KJ. Jika di dalam soal yang ditanyakan misalnya 0,5 mol, 2 mol, atau 3 mol maka tentunya kamu harus mengkonversi terlebih dahulu besar entalpi ini.</p>
<p>Untuk belajar soal-soal termokimia anda bisa klik <a title="soal soal termokimia" href="http://belajarkimia.com/category/soal-sma-kelas-xi/" target="_self">Soal-soal Termokimia</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Entalpi Suatu Reaksi Dengan Menggunakan Data Entalpi Reaksi Yang Lain:Studi Kasus Reaksi Reduksi FeO Menjadi Fe</title>
		<link>http://belajarkimia.com/mencari-entalpi-suatu-reaksi-dengan-menggunakan-data-entalpi-reaksi-yang-lainstudi-kasus-reaksi-reduksi-feo-menjadi-fe/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/mencari-entalpi-suatu-reaksi-dengan-menggunakan-data-entalpi-reaksi-yang-lainstudi-kasus-reaksi-reduksi-feo-menjadi-fe/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 19:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[Mencari Entalpi Suatu Reaksi Dengan Menggunakan Data Entalpi Reaksi Yang Lain:Studi Kasus Reaksi Reduksi FeO Menjadi Fe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Belajar Kimia SMU Kelas XI-Termokimia Apabila diketahui reaksi: Fe2O3 + 3 CO -&#62; 2Fe + 3 CO2 ^Ho = -23 KJ 3 Fe2O3 + CO -&#62; 2 Fe3O4 + CO2 ^Ho = -39 KJ Fe3O4 + CO -&#62; 3FeO + CO2 ^Ho = 18 KJ Hitunglah ^Ho untuk reaksi: FeO + CO2 -&#62; Fe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Belajar Kimia SMU Kelas XI-Termokimia</span></strong></p>
<p align="justify">Apabila diketahui reaksi:</p>
<ol>
<li>Fe2O3 + 3 CO -&gt; 2Fe + 3 CO2 ^H<sup>o</sup> = -23 KJ</li>
<li>3 Fe2O3 + CO -&gt; 2 Fe3O4 + CO2 ^H<sup>o</sup> = -39 KJ</li>
<li>Fe3O4 + CO -&gt; 3FeO + CO2 ^H<sup>o</sup> = 18 KJ</li>
</ol>
<p align="justify">Hitunglah ^H<sup>o</sup> untuk reaksi:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #008000;">FeO + CO2 -&gt; Fe + CO2</span></strong></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Jawaban Soal-soal Belajar Kimia SMU Kelas XI-Termokimia</span></strong></p>
<p align="justify">Apabila kamu menemui soal seperti diatas maka langkah yang harus kamu lakukan adalah menyusun setiap data reaksi yang diketahui untuk mejadi reaksi yang ditanyakan. Caranya? Susunlah data reaksi berdasarkan reaktan reaksi yang dipertanyakan lalu susun data reaksi berdasarkan produk pada reaksi yang ditanyakan. Kamu bisa membalik reaksi kimianya atau membagi dan mengkalikan dengan bilangan tertentu.</p>
<p align="justify">mudah kan ? atau kamu masih bingung? tenang aja saya tunjukkan caranya</p>
<p align="justify">Reaksi yang ditanyakan adalah :</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>FeO + CO2 -&gt; Fe + CO2</strong></span></p>
<p align="justify">Kita bekerja dari produk reaksi, liat reaksi diatas produknya adalah Fe, maka kita cari dari 3 reaksi diatas yang terdapat produk Fe, (silahkan liat reaksinya) ok reaksi dengan nomor berapa yang memiliki produk Fe? Yup benar reaksi no 1. jadi urutan pertama susunannya adalah reaksi no 1</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #008000;">Fe2O3 + 3 CO -&gt; 2Fe + 3 CO2 ^H<sup>o</sup> = -23 KJ</span></strong></p>
<p align="justify">Ok, sekarang lanjut. Setelah produk maka kita perhatikan reaktannya. Reaktan pada reaksi yang ditanyakan adalah FeO. Artinya kita cari reaksi yang tersisa yang mengandung FeO pada bagian reaktannya (silahkan lihat reaksi yang diketahui) Dapat? Yup dapat pada reaksi no.3 akan tetapi FeO pada reaksi ini terdapat di produk oleh sebab itu reaksi ketiga harus kita balik sehingga menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>3FeO + CO2 -&gt; Fe3O4 + CO ^H<sup>o</sup> = -18 KJ</strong></span></p>
<p align="justify">^H pada reaksi yang telah dibalik diatas tandanya akan berlawanan dengan reaksi yang sebelum dibalik. OK reaksi yang belum kita tulis adalah reaksi nomor 2. Pada reaksi no.2 Fe3O4 berada pada bagian produk. Ingat Fe3O4 adalah spesies yang akan kita hilangkan, kenapa? spesies ini tidak muncul pada reaksi yang ditanyakan. Reaksi no.2 ini harus kita balik agar Fe3O4 dapat saling dihilangkan dengan reaksi no.3 yang telah kita balik sebelumnya sehingga reaksinya menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #008000;">2 Fe3O4 + CO2 -&gt; 3 Fe2O3 + CO ^H<sup>o</sup> = 39 KJ</span></strong></p>
<p align="justify">Dari kangkah 1,2,dan 3 diatas maka susunan reaksinya akan mnjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>Fe2O3 + 3 CO -&gt; 2Fe + 3 CO2 ^H<sup>o</sup> = -23 KJ</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>3FeO + CO2 -&gt; Fe3O4 + CO ^H<sup>o</sup> = -18 KJ</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>2 Fe3O4 + CO2 -&gt; 3 Fe2O3 + CO ^H<sup>o</sup> = 39 KJ</strong></span></p>
<p align="justify">Pada reaksi ke-2 di atas Fe3O4 jumlahnya 1 sedangkan pada reaksi ke-3 jumlah</p>
<p align="justify">Fe3O4 adalah 2 sehingga agar nantinya dapat di hilangkan satu sama lain maka reaksi kedua dikalikan 2. Jumlah Fe2O3 pada reaksi ke-1 diatas adalah 1 sedangkan pada reaksi ke-3 jumlahnya adalah 3 sehingga reaksi 1 dikalikan 3. maka susunannya menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">3 Fe2O3</del> + 6 <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">9</del> CO -&gt; 6Fe + 6 <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">9</del> CO2 ^H<sup>o</sup> = -23 KJ</p>
<p style="text-align: center;">6FeO + <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">2 CO2</del> -&gt; <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00"><del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">2 Fe3O4</del></del> + <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">2 CO</del> ^H<sup>o</sup> = -36 KJ</p>
<p style="text-align: center;"><del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">2 Fe3O4</del> + <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">CO2 </del>-&gt; <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">3 Fe2O3</del> + <del datetime="2008-10-18T18:00:24+00:00">CO</del> ^H<sup>o</sup> = 39 KJ</p>
<p align="justify">Reaksinya akan menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>6 FeO + 6 CO -&gt; 6 Fe + 6 CO2 ^H<sup>o</sup> = -66 KJ</strong></span></p>
<p align="justify">Terakhir semua koefisiensi dibagi 6 sehingga reaksinya menjadi:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>FeO + CO -&gt;  Fe +  CO2 ^H<sup>o</sup> = -11 KJ</strong></span></p>
<p align="justify">jadi mudah kan?</p>
<p align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/mencari-entalpi-suatu-reaksi-dengan-menggunakan-data-entalpi-reaksi-yang-lainstudi-kasus-reaksi-reduksi-feo-menjadi-fe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
