<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Kimia &#187; Stoikiometri Reaksi &amp; Titrasi Asam Basa</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/category/kimia-sma-kelas-xi/titrasi-asam-basa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>Website No.1 Belajar Kimia Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 06:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Titrasi Asam Basa</title>
		<link>http://belajarkimia.com/titrasi-asam-basa/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/titrasi-asam-basa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 15:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stoikiometri Reaksi & Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[rumus titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://belajarkimia.com/images/titrasiasambasa.jpg" alt="titrasi asam basa" hspace="10" vspace="10" align="left" />Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar  suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa)</p>
<p style="text-align: justify;">Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #333399;"><br />
Prinsip Titrasi Asam basa</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Titrant  ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #333399;">Cara Mengetahui Titik Ekuivalen</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah “titik ekuivalent”.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Memakai indicator asam basa. Indikator ditambahkan  pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis.</p>
<p style="text-align: justify;">Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan  cara melihat perubahan warna indicator disebut sebagai “titik akhir titrasi”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #333399;">Rumus Umum Titrasi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa, maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">NxV asam = NxV basa</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus diatas menjadi:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #333399;">nxMxV asam = nxVxM basa</span></strong></p>
<p>keterangan :<br />
N = Normalitas<br />
V = Volume<br />
M = Molaritas<br />
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH – (pada basa)</p>
<p>Anda bisa menggunakan rumus diatas bila anda menhadapi soal-soal yang melibatkan titrasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/titrasi-asam-basa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
