<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BelajarKimia.com &#187; Soal-soal Kimia</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/tag/soal-soal-kimia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>situs rujukan belakar kimia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 06:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Menggunakan Tekanan Osmotik Untuk Menentukan Mr Protein</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Koligatif Larutan]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan osmotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Suatu alat pengukur tekanan osmotic dipergunakan untuk menentukan massa molar suatu protein. 0,150 gram protein dilarutkan dalam 100 mL air pada suhu 3000K dan peralatan tersebut menunjukkan kenaikan 5 cm pada kolom air. Sebagai perbandingan diperlukan kenaikan 10 m air pada kolom air untuk tekanan sebanding dengan 1 atm. Hitung Mr protein tersebut. Jawab: Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu alat pengukur tekanan osmotic dipergunakan untuk menentukan massa molar suatu protein. 0,150 gram protein dilarutkan dalam 100 mL air pada suhu 300<sup>0</sup>K dan peralatan tersebut menunjukkan kenaikan 5 cm pada kolom air. Sebagai perbandingan diperlukan kenaikan 10 m air pada kolom air untuk tekanan sebanding dengan 1 atm. Hitung Mr protein tersebut.</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Jika kenaikan 10 m pada kolom air setara dengan 1 atm maka kenaikan 0,05 m akan setara dengan tekanan sebesar:</p>
<p>= 0,05/10 x 1 atm<br />
= 0,005 atm</p>
<p>Tekanan osmotic dirumuskan dengan:</p>
<p>? = MRT<br />
0,005 = M x 0,08205 x 300<br />
0,005 = 24,615 M<br />
M = 2,03 x 10<sup>-4</sup> molar</p>
<p>Mol protein diperoleh dengan cara:</p>
<p>M = mol / V<br />
mol = M x V<br />
mol = 2,03 x 10<sup>-4</sup> x 0,1<br />
mol = 2,03 x 10<sup>-5</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>Dan massa molekul relative protein adalah:</p>
<p>Mol = g / Mr<br />
Mr = g / mol<br />
Mr = 0.150 g / 2,03 x 10<sup>-5</sup></p>
<p>Mr = 7385</p>
<p>Massa molekul relative protein tersebut adalah cukup besar mengingat protein adalah polier dari asam amino.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Massa AlCl3 Dengan Hukum Raoult</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2009/08/mencari-massa-alcl3-dengan-hukum-raoult/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2009/08/mencari-massa-alcl3-dengan-hukum-raoult/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 06:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Koligatif Larutan]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[ukum raoult]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Berapa gram AlCl3 yang harus dilarutkan dalam 150 mL air untuk memperoleh larutan yang memiliki tekanan uap larutan sebesar 38,7 torr pada 35 °C? Asumsika bahwa seluruh AlCl3 terdisosiasi sempurna dan bersifat ideal. Pada suhu yang sama tekanan uap pelarut adalah 42,2 torr. Jawab: Menurut hokum Raoult bahwa: P(H2O) = P°(H2O).X(H2O) Dengan memasukkan variable yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa gram AlCl3 yang harus dilarutkan dalam 150 mL air untuk memperoleh larutan yang memiliki tekanan uap larutan sebesar 38,7 torr pada 35 °C? Asumsika bahwa seluruh AlCl3 terdisosiasi sempurna dan bersifat ideal. Pada suhu yang sama tekanan uap pelarut adalah 42,2 torr.</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Menurut hokum Raoult bahwa:</p>
<p>P(H2O) = P°(H2O).X(H2O)</p>
<p>Dengan memasukkan variable yang telah diketahui diperoleh:</p>
<p>38.7 torr = 42.2 torr . X(H2O)</p>
<p>X(H2O) = 0.917</p>
<p>Untuk menghitung fraksi mol AlCl3 maka kita perlu menghitung fraksi mol air (pelarut) terlebih dahulu.</p>
<p>Massa air</p>
<p>=  volume x massa jenis</p>
<p>= 150 mL x 1 g/mL</p>
<p>= 150 g</p>
<p>Mol air</p>
<p>= mass/Mr</p>
<p>= 150/18</p>
<p>= 8,33 mol</p>
<p>Dengan memisalkan a dalah total mol Al3+ dan Cl- maka dengan menggunakan definisi fraksi mol diperoleh:</p>
<p>Fraksi mol air</p>
<p>= mol air / (mol air + a)</p>
<p>0.917 = 8.33 / (8.33 + a)</p>
<p>Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan mudah dan diperoleh bahwa a=0,754 mol ion, karena AlCl3 terdisosiasi menjadi 4 ion ( satu Al3+ dan tiga Cl-) maka mol AlCl3+ diperoleh:</p>
<p>= 0,754/4</p>
<p>= 0,188 mol</p>
<p>Massa AlCl3</p>
<p>= mol x Mr</p>
<p>= 0,188 x 133.5</p>
<p>= 25,15 g</p>
<p>Jadi AlCl3 yang harus ditambahkan adalah 25,15 gram.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2009/08/mencari-massa-alcl3-dengan-hukum-raoult/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website Gratis Tempat Menyetarakan Reaksi Kimia</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/11/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/11/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 14:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar kimia]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyetarakan reaksi]]></category>
		<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[menyetarakan reaksi kimia]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[software penyetara reaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Website Gratis Tempat Menyetarakan Reaksi Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Pusing dengan metode penyetaraan reaksi? Udah dicoba berkali-kali untuk menyetarakan reaksi eh..yang didapat malah reaksi yang salah. Sekarang kamu gak usah pakai metode setengah reaksi, metode penyeimbangan jumlah elektron atau metode-metode yang lain deh sebab…….Sekarang saya akan memberitahu anda sebuah website tempat kita bisa menyetarakan suatu reaksi. Untuk mengunjungi website ini silahkan kunjungi “website penyetara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2008/11/menyetarakanreaksikimia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-476" title="menyetarakanreaksikimia" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2008/11/menyetarakanreaksikimia.jpg" alt="menyetarakan reaksi kimia" hspace="10" vspace="10" width="300" height="214" /></a>Pusing dengan metode penyetaraan reaksi? Udah dicoba berkali-kali untuk menyetarakan reaksi eh..yang didapat malah reaksi yang salah. Sekarang kamu gak usah pakai metode setengah reaksi, metode penyeimbangan jumlah elektron atau metode-metode yang lain deh sebab…….Sekarang saya akan memberitahu anda sebuah website tempat kita bisa menyetarakan suatu reaksi.</p>
<p>Untuk mengunjungi website ini silahkan kunjungi “<a title="cara menyetarakan reaksi kimia" href="http://www.gregthatcher.com/Chemistry/BalanceChemicalEquations.aspx?StartsWith=S" target="_blank">website penyetara reaksi</a>”</p>
<p>Kalau kamu ingin menyetarakan suatu raksi maka tinggal kamu ketikkan saja reaksi kimia kamu pada box yang telah disediakan. Tinggal ketik saja reaktan dan produk dari soal kamu kemudian tekan tombol “balance chemical equation” dan ‘viola” dalam sekejap reaksi kamu sudah setara.</p>
<p>Anda bisa mencoba untuk menulis reaksi yang akan anda setarakan dengan format penulisan sebagai berikut:</p>
<p>•	KMnO4 + HCl = KCl + MnCl2 + H2O + Cl2<br />
•	KMnO4 + (HO2C)2= CO2 + H2O + KMn(OH)2<br />
•	MnO4- + H2C2O4 + H+ = Mn++ + CO2 + H2O<br />
•	Al + I2 = Al+++ + I-<br />
•	H+Cr2O7&#8211;=Cr+H2O+e<br />
•	H2SO4(aq) + V2O3(s) = V2(SO4)3 + H2O<br />
•	Bi(NO3)3*5H2O+H2O2+RuCl3+NaOH=Bi2Ru2O7+NaNO3+NaCl+H2O</p>
<p>Untuk reaksi-reaksi yang sulit dikerjakan anda bisa menggunakan website ini, dan saya rasa sangat membantu untuk menghemat waktu agar tidak cepet frustasi.</p>
<p>So, tanpa banyak kata lagi kunjungi website “<a title="cara menyetarakan reaksi kimia" href="http://www.gregthatcher.com/Chemistry/BalanceChemicalEquations.aspx?StartsWith=S" target="_blank">penyetara reaksi</a>” sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/11/website-gratis-tempat-menyetarakan-reaksi-kimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Cara Mudah Mengerjakan Soal-soal Stoikiometri</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/11/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/11/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 13:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar kimia]]></category>
		<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Cara Mudah Mengerjakan Soal-soal Stoikiometri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari kimia memang tidak luput dari persamaan kimia beserta perhitungan kuantitatifnya yaitu stoikiometri. Umumnya semua bab yang kita pelajari dalam ilmu kimia contohnya kesetimbangan, kecepatan reaksi, larutan, asam basa, dan sebagainya menggunakan dasar stoikiometri dalam setiap penyelesaian perhitungannya. Menyelesaikan soal-soal stoikiometri sangatlah mudah, diperlukan ketrampilan dan latihan yang rutin, namun secara garis besar kita dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mempelajari kimia memang tidak luput dari persamaan kimia beserta perhitungan kuantitatifnya yaitu stoikiometri. Umumnya semua bab yang kita pelajari dalam ilmu kimia contohnya kesetimbangan, kecepatan reaksi, larutan, asam basa, dan sebagainya menggunakan dasar stoikiometri dalam setiap penyelesaian perhitungannya.</p>
<p align="justify">Menyelesaikan soal-soal stoikiometri sangatlah mudah, diperlukan ketrampilan dan latihan yang rutin, namun secara garis besar kita dapat membuat kerangka dasar bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri tersebut dengan cepat.</p>
<p align="justify">Berikut adalah tips bagaimana kita bisa menyelesaikan soal stoikiometri dengan mudah.</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #800000;">1. Tulis dan setarakan persamaan reaksinya</span></strong></p>
<p align="justify">Umumnya soal-soal stoikiometri melibatkan reaksi kimia. Anda wajib menulis dan sekaligus menyetarakan reaksi kimianya dengan benar. Kesalahan dalam menulis reaksi kimia berakibat fatal pada perhitungan selanjutnya. Jadi menyetarakan reaksi adalah hal yang amat-amat-amat PENTING!</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>2. Ubah salah satu unit dalam satuan mol</strong></span></p>
<p align="justify">Dalam setiap soal stoikiometri selalu ada spesies yang bisa dirubah dalam satuan mol. Rumus mol adalah masa dibagi Mr atau Ar, akan tetapi mol dapat dicari dengan cara lain, bila diketahui jumlah molekul maka anda bisa mencarinya dengan membagi dengan bilangan Avogadro. Bila diketahui volume pada STP maka mol dicari dengan membagi volume dengan 22,4 bila diketahui konsentrasi larutan dan volumenya maka mol harus dicari dengan mengkalikan konsentrasi dan volumenya. Anda harus jeli untuk melihat spesies mana yang bisa dirubah dalam satuan mol</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>3. Cari mol spesies yang ditanyakan dengan menggunakan persamaan reaksi</strong></span></p>
<p>Anda tahu maksud saya kan? Apabila mol satu spesies sudah ketemu (pada langkah2 ) maka kita dapat mencari mol spesies yang lain dengan menggunakan koefisien reaksi. Yup, betul dengan membandingkan koefisien reaksi maka kita dapat mencari mol spesies yang lain.</p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"><strong>4. Ubah spesies yang ditanyakan sesuai dengan satuan yang diinginkan soal</strong></span></p>
<p align="justify">Apabila mol spesies yang ditanyakan sudah diketahui maka kita dapat mengkonversi ke dalam satuan yang di inginkan soal misalnya ke satuan massa, volume, konsentrasi, dan sebagainya.</p>
<p align="justify">Nah cukup mudah kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/11/tips-cara-mudah-mengerjakan-soal-soal-stoikiometri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat (4) Rumus Penting Untuk Sukses Mengerjakan Soal Termokimia</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/11/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/11/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 13:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Empat (4) Rumus Penting Untuk Sukses Mengerjakan Soal Termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu mengalami kesulitan dalam belajar bab Termokimia? Kalau jawaban kamu “Ya” maka saya rasa kamu wajib untuk membaca kelanjutan artikel ini. Gimana dengan kamu yang sudah lancer mengerjakan soal-soal Termokimia? Saya rasa teruskan saja membaca artikel ini, barangkali saja bisa menambah referensi kamu, tul kan he he he hehe. Menurut pengalaman saya ada 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Apakah kamu mengalami kesulitan dalam belajar bab Termokimia? Kalau jawaban kamu “Ya” maka saya rasa kamu wajib untuk membaca kelanjutan artikel ini. Gimana dengan kamu yang sudah lancer mengerjakan soal-soal Termokimia? Saya rasa teruskan saja membaca artikel ini, barangkali saja bisa menambah referensi kamu, tul kan he he he hehe.</p>
<p align="justify">Menurut pengalaman saya ada 4 macam rumus utama yang bisa digunakan untuk menyelesaikan soal-soal termokimia, yaitu:</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #ff0000;">1. Rumus Kalorimeter</span></strong></p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #ff0000;"><img class="aligncenter" title="rumus q=mct" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/qmct.JPG" alt="" width="184" height="42" /></span></strong></p>
<p align="justify">Rumus ini sering dipakai apabila kita ingin mencari energi panas yang dihasilkan dari pencampuran dua buah larutan atau untuk mencari energi panas yang terlibat dalam reaksi yang dilakukan dengan menggunakan calorimeter. Contoh soal seperti ini misalnya larutan NaOH dicampur dengan larutan H2SO4 dan kemudian kita disuruh mencari panas netralisasi, atau suatu zat dibakar dalam calorimeter kemudian panas yang dihasilkan ditransfer dalam air didalam calorimeter dan kita disuruh mencari panas pembakaran zat tersebut.</p>
<p align="justify">Oh ya jika diketahui kalor jenis ( c )  zat maka gunakan rumus Q=mc? T tapi kalau yang diketahui kapasitas panasnya ( C ) maka gunakan rumus Q=C? T</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Rumus Entalpi Pembentukan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="aligncenter" title="rumus entalpi" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/entalpiproduk.JPG" alt="" width="272" height="61" /></strong></span></p>
<p align="justify">Rumus ini dipakai apabila dalam soal kita disuruh mencari entalpi suatu reaksi dan yang diketahui adalah data-data entalpi pembentukan dari masing-masing spesies dalam reaksi. Contoh tipe soal dengan penyelesaian rumus ini adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“Hitung entalpi reaksi  A + B -&gt; C + D jika diketahui entalpi pembentukan A =….KJ/mol, B= …KJ/mol, C = …KJ/mol dan D=…KJ/mol”</p>
</blockquote>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Rumus Energi Ikatan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="aligncenter" title="rumus termokimia" src="http://www.belajarkimia.com/rumus/energiikatan.JPG" alt="" width="337" height="51" /></strong></span></p>
<p align="justify">Rumus ini dipakai untuk menyelesaikan soal-soal yang diketahui data energi pemutusan ikatan / data pembentukan ikatan. Contoh dari soal ini adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“Hitung reaksi CH4 + O2 -&gt; CO2 + H2O jika diketahui data energi ikatan C-H = …KJ, O=O=…KJ, H-O=…KJ dan seterusnya.”</p>
</blockquote>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><strong>4. Rumus mencari entalpi reaksi dengan dasar hukum Hess</strong></span></p>
<p align="justify">Soal-soal dengan penyelesaian seperti ini tandanya adalah terdapat data sejumlah reaksi dan akhirnya kita disuruh mencari entalpi reaksi tertentu. Cara nya adalah dengan mengatur kembali reaksi-reaksi yang ada sehingga jika reaksi-reaksi tersebut dijumlahkan amaka akan kita peroleh reaksi yang ditanyakan. Contoh soalnya adalah memiliki cirri-ciri sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“ hitunglah entalpi reaksi A + E -&gt; B + F jika diketahui;</p>
<p align="justify">A + D -&gt; C + B ?H = …KJ/mol<br />
B + D -&gt; F ?H = …KJ/mol<br />
E + F -&gt; C + D ?H = …KJ/mol&#8221;</p></blockquote>
<p align="justify">Nah yang perlu diingat disini adalah bahwa data entalpi yang ditulis di buku adalah dalam satuan KJ/mol, contohnya entalpi pembentukan CO2 adalah  ?H = -394 KJ/mol, ini berarti pembentukan 1 mol CO2 akan membebaskan energi sebanyak 394 KJ. Jika di dalam soal yang ditanyakan misalnya 0,5 mol, 2 mol, atau 3 mol maka tentunya kamu harus mengkonversi terlebih dahulu besar entalpi ini.</p>
<p>Untuk belajar soal-soal termokimia anda bisa klik <a title="soal soal termokimia" href="http://belajarkimia.com/category/soal-sma-kelas-xi/" target="_self">Soal-soal Termokimia</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/11/empat-4-rumus-penting-untuk-sukses-mengerjakan-soal-termokimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Entalpi Pembakaran Parafin Dari Data Kalorimeter</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-entalpi-pembakaran-parafin-dari-data-kalorimeter/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-entalpi-pembakaran-parafin-dari-data-kalorimeter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 11:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[contoh soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Menghitung Entalpi Pembakaran Parafin Dari Data Kalorimeter]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Kimia-BelajarKimia.com Seorang siswa melakukan praktikum kimia untuk menentukan entalpi pembakaran standart parafin. Dia mencoba untuk melakukan percobaannya denga menggunakan kalorimeter. Setelah melakukan percobaan di laboratorium, siswa tersebut memperoleh data sebagai berikut: massa kalorimetr = 16,0 gr massa air dan kalorimeter = 410 gr temperatur awal air = 200C temperatur akhir = 35,50C massa awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Kimia-BelajarKimia.com</span></strong></p>
<p align="justify">Seorang siswa melakukan praktikum kimia untuk menentukan entalpi pembakaran standart parafin. Dia mencoba untuk melakukan percobaannya denga menggunakan kalorimeter. Setelah melakukan percobaan di laboratorium, siswa tersebut memperoleh data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> massa kalorimetr = 16,0 gr</li>
<li> massa air dan kalorimeter = 410 gr</li>
<li> temperatur awal air = 20<sup>0</sup>C</li>
<li> temperatur akhir = 35,5<sup>0</sup>C</li>
<li> massa awal parafin = 25,7 g</li>
<li> massa akhir parafin = 23,5 g</li>
</ul>
<p align="justify">Jika diketahui rumus kimia parafin adalah C25H52 dan kita asumsikan bahwa yang menyerap panas hanya air dalam kalorimeter , maka bantulah siswa tersebut untuk menghitung berapa besar entalpi pembakaran standart parafin berdasarkan percobaan dari siswa diatas.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Jawaban Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p align="justify">Dengan kalorimeter maka kita bisa mengukur panas yang dihasilkan oleh suatu reaksi. Untuk soal diatas panas yang dihasilkan oleh pembakaran parafin diterima oleh air sehingga panas ini bisa dikonversikan untuk memperoleh enthalpi standart pembakaran parafin</p>
<p align="justify">massa air dalam kalorimeter<br />
= massa total kalorimeter &#8211; massa total air<br />
= 410 gr &#8211; 16,0 gr<br />
= 394 gr</p>
<p align="justify">kenaikan suhu<br />
= T akhir &#8211; T awal<br />
= 35,5 &#8211; 20<br />
= 15,5 <sup>0</sup>C</p>
<p align="justify">massa parafin yang terbakar<br />
= 25,7 &#8211; 23,5<br />
= 2,2 gr</p>
<p align="justify">energi panas yang diterima air<br />
= m.c.^T<br />
= 394 gr x 4.184 J/gC x 15.5<sup>0</sup>C<br />
= 25,552 J</p>
<p align="justify">mole parafin<br />
= gr/Mr<br />
= 2,2 / 677<br />
= 0,00325 mol</p>
<p align="justify">energi yang dilepaskan untuk membakar 1 mol parafin<br />
= 1/0,00325 x 25,552 J<br />
= 7862,15 KJ</p>
<p align="justify">Jadi enthalpy pembakaran parafin standart sesuai percobaan siswa diatas adalah ^Hc= -7862,15 KJ/mol</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-entalpi-pembakaran-parafin-dari-data-kalorimeter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Etalpi Pembakaran Standart Metanol</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-etalpi-pembakaran-standart-metanol/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-etalpi-pembakaran-standart-metanol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 05:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[contoh soal-soal kimia]]></category>
		<category><![CDATA[enthalpy standart pembakaran metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Menghitung Etalpi Pembakaran Standart Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[soal termokimia]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Kimia-BelajarKimia.com Berapakah enthalpy pembakaran standart metanol jika diketahui bahwa pembakaran 1 gram methanol menghasilkan energi sebesar 22,34 KJ? Jawaban Soal-soal Kimia Ingat bahwa entalpi pembakaran didefinisikan sebagai perubahan entalpi yang menyertai pembakaran sempurna 1 mol suatu zat. Karena dalam soal yang diketahui adalah pembakaran 1 gram methanol maka kita harus mengubah 1 gram ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Kimia-BelajarKimia.com</span></strong></p>
<p align="justify">Berapakah enthalpy pembakaran standart metanol jika diketahui bahwa pembakaran 1 gram methanol menghasilkan energi sebesar 22,34 KJ?</p>
<p align="justify"><strong><span style="color: #0000ff;">Jawaban Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p align="justify">Ingat bahwa entalpi pembakaran didefinisikan sebagai perubahan entalpi yang menyertai pembakaran sempurna 1 mol suatu zat. Karena dalam soal yang diketahui adalah pembakaran 1 gram methanol maka kita harus mengubah 1 gram ke dalam mol dan kemudian mengubahnya kembali dalam unit 1 mol.</p>
<p align="justify">mol metanol<br />
= g/Mr<br />
= 1/32 mol</p>
<p align="justify">dalam setiap mol meanol yang dibakar dihasilkan energi<br />
= 1 mol / (1/32 mol) x 22,34 KJ/mol<br />
= 714,88 KJ</p>
<p align="justify">Jadi entalpi pembakaran metanol adalah 714,88 KJ/mol yang bila ditulis dalam reaksi kimia adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>CH3OH + 3/2 O2 -&gt; CO2 + 2H2O  ^H = -714,88 KJ/mol</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/11/menghitung-etalpi-pembakaran-standart-metanol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Tetapan Disosiasi Larutan Elektrolit Terner</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/09/menghitung-tetapan-disosiasi-larutan-elektrolit-terner/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/09/menghitung-tetapan-disosiasi-larutan-elektrolit-terner/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 03:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[soal koligatif larutan]]></category>
		<category><![CDATA[soal tekanan osmotik]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Kimia Suatu larutan elektrolit terner A dengan massa molekul relatif 98 memiliki konsentrasi 0.01 fraksi mol dan densitas larutan ini adalah 1.128 gr/cm3. Tekanan osmotik larutan ini 32.472 atm bila diukur pada suhu 270C. Hitung tetapan disosiasi larutan elektrolit A? Pembahasan Soal-soal Kimia Pada soal diatas disebutkan bahwa zat terlarut A bersifat elektrolit sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu larutan elektrolit terner A dengan massa molekul relatif 98 memiliki konsentrasi 0.01 fraksi mol dan densitas larutan ini adalah 1.128 gr/cm3. Tekanan osmotik larutan ini 32.472 atm bila diukur pada suhu 27<sup>0</sup>C. Hitung tetapan disosiasi larutan elektrolit A?</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Pembahasan Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada soal diatas disebutkan bahwa zat terlarut A bersifat elektrolit sehingga rumus tekanan osmotik yang kita pergunakan harus ditambahkan dengan vaktor Van Hoff (i), dimana harga n pada faktor Van Hoff nya adalah 3 (karena elektrolitnya terner. Disebabkan kita memiliki densitas maka kita harus mempunyai volume larutan untuk memudahkan perhitungan kita dalam mengkonversi satuan konsentrasi fraksi mol ke molaritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Misal volume larutan A = 100 mL<br />
Massa larutan di cari dengan rumus<br />
= Volume x Densitas<br />
= 100 mL x 1.128 g/cm3<br />
= 112.8 g</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila massa zat terlarut (A) didalam larutan = x g maka massa pelarut (air) di dalam larutan adalah (112.8-x) g. Mol terlarut dan pelarut masing-masing dicari sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">mol x<br />
= g/Mr<br />
= x/98<br />
= 0.01x mol</p>
<p>mol pelarut<br />
= g/Mr<br />
= (112.8-x)/18<br />
= (6.27-0.06)</p>
<p style="text-align: justify;">molFraksi mol zat terlarut x didefinisikan sebagai mol x dibagi dengan mol total yaitu mol x ditambah dengan mol pelarut, sehingga:</p>
<p style="text-align: justify;">X terlarut = mol x / mol total<br />
0.01 = 0.01x / [0.01x + (6.27-0.06)]<br />
0.01 = 0.01x / 6.27 -0.05x<br />
0.0627 = 0.01x + 0.0005x<br />
0.0627 = 0.0105x<br />
x = 5.971 g</p>
<p>Jadi massa zat terlarut x adalah 5.97 g sehingga kita bisa mencari mol serta molaritasnya:</p>
<p>mol x = 5.971/98 = 0.061 mol<br />
M = 0.061/0.1 = 0.61 M</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tekanan osmosis diketahui yaitu 32.472 atm, molaritasnya 0.61 M, nilai R yaitu 0.082 dan T sebesar 300<sup>0</sup>K maka kita bisa mencari besarnya faktor van hoff nya</p>
<p><img src="http://www.belajarkimia.com/rumus/rumus-tekanan-osmosis-elektrolit.JPG" alt="" /><br />
32.472 = 0.61 x 0.082 x 300 x i<br />
i = 2.16</p>
<p style="text-align: justify;">dan tetapan disosiasinya (a) adalah</p>
<p style="text-align: justify;">2.16 = 1 + (3-1)a<br />
a = 0.58</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/09/menghitung-tetapan-disosiasi-larutan-elektrolit-terner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Prosentase Larutan NaCl Dengan Menggunakan Rumus Penurunan Titik Beku Larutan</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/08/menghitung-prosentase-larutan-nacl-dengan-menggunakan-rumus-penurunan-titik-beku-larutan/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/08/menghitung-prosentase-larutan-nacl-dengan-menggunakan-rumus-penurunan-titik-beku-larutan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 14:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal-soal sifat koligatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal kimia Suatu larutan NaCl memiliki densitas 1,01 g/mL. Titik beku larutan ini pada 1 atm adalah -1.280C. Dengan menganggap bahwa larutan bersifat ideal maka hitung berapa konsentrasi larutan NaCl tersebut dalam satuan persen massa! (Kf air = 1.86 0C.Kg/mol) Pembahasan soal-soal Kimia Perhatikan bahwa larutan NaCl adalah larutan yang bersifat elektrolit , sehingga kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal kimia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu larutan NaCl memiliki densitas 1,01 g/mL. Titik beku larutan ini pada 1 atm adalah -1.28<sup>0</sup>C. Dengan menganggap bahwa larutan bersifat ideal maka hitung berapa konsentrasi larutan NaCl tersebut dalam satuan persen massa! (Kf air = 1.86 <sup>0</sup>C.Kg/mol)</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Pembahasan soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan bahwa larutan NaCl adalah larutan yang bersifat elektrolit , sehingga kita harus menambahkan faktor Van&#8217;t Hoff dalam rumus penurunan titik bekunya.</p>
<p>Misalkan kita memiliki 100 mL larutan NaCl<br />
massa larutan = volume x densitas = 100 x 1,01 = 101 g<br />
massa NaCl = x<br />
massa air = 101 &#8211; x<br />
Perubahan titik beku = 0 &#8211; (-1.28<sup>0</sup>C) = 1.28<sup>0</sup>C<br />
i = 2</p>
<p>T = m x Kf x i<br />
1,28 = m x 1.86 x 2<br />
m = 0,344 molal</p>
<p>0,344 = (x/58,5).(1000/101-x)</p>
<p>dengan menyelesaikan untuk x persamaan diatas maka diperoleh hasil sebagai berikut:</p>
<p>x = 1.99 g</p>
<p>jadi prosentasi NaCl adalah<br />
= massa NaCl/massa larutan x 100%<br />
= 1,99/101 x 100%<br />
= 1,97%</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/08/menghitung-prosentase-larutan-nacl-dengan-menggunakan-rumus-penurunan-titik-beku-larutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Komposisi Larutan Dengan Titik Beku Larutan</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/08/56/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/08/56/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 14:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[penurunan titik beku]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal-soal sifat koligatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Kimia 1,6 gram sampel terdiri dari campuran antara naptalena (C10H8) dan antrasena (C14H10) yang dilarutkan dalam 20 gram benzena (C6H6). Titik beku larutan ini adalah 2.810C. apabila diketahu titik beku benzena adalah 5,51 0C dan Kf nya adalah 5,12 0C. Kg/mol, maka hitunglah komposisi kedua penyususn larutan tersebut dalam persen. Soal-soal kimia pembahasan Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p>1,6 gram sampel terdiri dari campuran antara naptalena (C10H8) dan antrasena (C14H10) yang dilarutkan dalam 20 gram benzena (C6H6). Titik beku larutan ini adalah 2.81<sup>0</sup>C. apabila diketahu titik beku benzena adalah 5,51 <sup>0</sup>C dan Kf nya adalah 5,12 <sup>0</sup>C. Kg/mol, maka hitunglah komposisi kedua penyususn larutan tersebut dalam persen.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal kimia pembahasan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan menggunaka rumus penurunan titik beku larutan kita bisa mengetahui komposisi suatu campuran, unutk contoh soal ini digunakan zat terlarut yaitu naptalena dan antrasena yang dilarutkan dalam pelarut benzena. untuk mengetahui perubahan titik bekunya maka kita tinggal mengurangi titik beku pelarut dengan titik beku larutannya:</p>
<p>perubahan titik beku<br />
= Tpelarut &#8211; Tlarutan<br />
= 5,51 <sup>0</sup>C &#8211;  2.81<sup>0</sup>C<br />
= 2,7 <sup>0</sup>C</p>
<p>setelah itu kita tinggal mencari molalitas larutan dengan menggunakan rumus penurunan titik beku larutan yaitu</p>
<p>2,7 <sup>0</sup>C = m x Kf<br />
2,7 <sup>0</sup>C = m x 5,12 <sup>0</sup>C. Kg/mol<br />
m = 0,527 molal</p>
<p>dari soal diatas larutan dibangun oleh dua zat terlarut, maka molalitas larutan merupakan penjumlahan molalitas masing-masing penyusunnya sehingga diperoleh :</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>m = m naptalena + m antrasena</strong></span></p>
<p>kita misalkan massa naptalena adalah x maka maka massa antrasena adalah 1,6 &#8211; x, Mr naptalena adalah 128 sedangkan Mr antrasena 178, sehingga persamaan diatas menjadi;</p>
<p>m = (x/128 . 1000/20) + (1,6x/178 . 1000/20)<br />
0,527 = 0,391x + [0,281(1,6-x)]<br />
0,527 = 0,39x + 0,499 + 0,281x<br />
0,078 = 0,11x<br />
x = 0,709 gram</p>
<p>karena massa naptalena adalah x yaitu sebesar 0,709 gr maka massa antrasena adalah 1,6 &#8211; 0,709 = 0,890 maka komposisi penyususn larutan tersebut dalam persen adalah:</p>
<p>% naptalena = 0,709 / 1,6 x 100% = 44,312 % = 44%<br />
% antrasena = 100% &#8211; 44% = 56%</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/08/56/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

