<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BelajarKimia.com &#187; tekanan osmotik</title>
	<atom:link href="http://belajarkimia.com/tag/tekanan-osmotik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarkimia.com</link>
	<description>situs rujukan belakar kimia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 06:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tekanan Osmotik</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2010/07/tekanan-osmotik/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2010/07/tekanan-osmotik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 05:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Koligatif Larutan]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan osmotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Osmosis dan Tekanan Osmotik? Osmosis merupakan suatu proses dimana suatu liquid dapat melewati suatu membrane semi permeable secara langsung. Apabila terdapat dua buah liquid yang dipisahkan dengan suatu membrane semipermeabel (lihat gambar dibawah ini) dimana pada salah satu kaki berisi pelarut murni misalnya air, dan satu kaki yang lain berisi larutan NaCl dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu Osmosis dan Tekanan Osmotik?</strong><br />
Osmosis merupakan suatu proses dimana suatu liquid dapat melewati suatu membrane semi permeable secara langsung. Apabila terdapat dua buah liquid yang dipisahkan dengan suatu membrane semipermeabel (lihat gambar dibawah ini) dimana pada salah satu kaki berisi pelarut murni misalnya air, dan satu kaki yang lain berisi larutan NaCl dalam air.</p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/tekanan-osmotiklarutan.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-436" title="tekanan osmotiklarutan" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/tekanan-osmotiklarutan.gif" alt="tekanan osmotiklarutan" width="387" height="195" /></a></p>
<p>Dalam kasus ini maka molekul air dari larutan maupun dari pelarut murni secara random dapat melewati membrane semipermeable. Laju pergerakan molekul air dari air-larutan dengan laju pergerakan molekul air dari larutan-air ditentukan oleh besarnya entropi dan tekanan yang diaplikasikan ke salah satu kaki.</p>
<p>Karena entropi larutan adalah lebih besar dibandingkan dengan entropi pelarut murni maka secara spontan laju molekul air yang melewati air-larutan akan lebih cepat dibandingkan dengan laju molekul air dari larutan-air. Oleh sebab itu bila kita membiarkan kedua larutan untuk selang waktu tertentu maka ketinggian permukaan larutan pada salah satu kaki akan mengalamai kenaikan. Proses ini akan terus berlangsung sampai ketinggian &#8220;h&#8221; mencapai tinggi tertentu dimana pada ketinggian ini larutan memiliki tekanan yang dapat menyeimbangkan laju pergerakan molekul air dari larutan-air dan air-larutan. Tekanan inilah yang disebut sebagai &#8220;<strong>tekanan osmotik</strong>&#8220;. Tekanan osmotik merupakan salah satu <a title="sifat-koligatif-larutan" href="http://belajarkimia.com/sifat-koligatif-larutan/ ">sifat koligatif larutan</a>.</p>
<div id="attachment_437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 170px"><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/tekananosmotik.gif"><img class="size-full wp-image-437" title="tekananosmotik" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/tekananosmotik.gif" alt="" width="160" height="322" /></a><p class="wp-caption-text">tekananosmotik</p></div>
<p><strong>Cara Menghitung Tekanan Osmotik</strong></p>
<p>Tekanan osmotik suatu larutan encer adalah mematuhi hukum persamaan gas ideal yaitu:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>PV = nRT</strong></p>
<p>Karena kita mengukur dalam sistem yang berupa larutan maka lebih mudah kita menggunakan satuan konsentrasi molaritas M.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>PV = nRT<br />
P = nRT/V</strong></p>
<p>karena M=n/V maka</p>
<p style="text-align: center;"><strong>P = MRT</strong></p>
<p>Tekanan osmotik biasa dilambangkan dengan lambag phi (phi) maka rumus diatas cenderung ditulis sebagai:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/rumustekananosmotik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-441" title="rumustekananosmotik" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/rumustekananosmotik.jpg" alt="rumustekananosmotik" width="151" height="80" /></a></strong></p>
<p>dimana:<br />
phi = tekanan osmotik<br />
M = molaritas larutan<br />
T = temperature dalam kelvin<br />
R = tetapan gas, nilainya 0.082 L.atm/K.mol<br />
i = faktor Van&#8217;t Hoff</p>
<p><strong>Manfaat Belajar Tekanan Osmotik</strong></p>
<p>Tekanan osmotik berpegaruh terhadap sel didalam tubuh, pengaruh tekanan osmotik berhubungan dengan &#8220;osmoregulasi&#8221; yaitu mekanisme homeostatis suatu sel organisme untuk mencapai kesetimbangan tekanan osmotik dengan lingkungannya. Jika tekanan osmotik didalam sel dengan luar sel seimbang maka dikatakan sebagai keadaan isotonik pada keadaan ini volume sel tidak mengalami perubahan volume. Jika tekanan osmotik didalam sel lebih besar maka cairan dalam sel bisa keluar sehingga sel akan mengkerut, sebaliknya disebut hipotonik yaitu liquid diluar sel akan masuk ke sel sehingga sel akan bertambah besar.</p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/isotonik.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" title="isotonik" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/isotonik-300x157.png" alt="isotonik" width="300" height="157" /></a></p>
<p><strong>Reverse Osmosis/Osmosis Balik</strong></p>
<p>Bila tekanan yang diaplikasikan terhadap larutan adalah melebihi tekanan osmotiknya maka yang terjadi adalah molekul air akan mengalir melewati membrane semipermiable menuju ke air (pelarut). Osmosis balik bayak digunakan untuk membuat air minum dari air laut dan mengurangi kesadahan air minum. Proses osmosis balik digambarkan dalam gambar berikut:</p>
<p><a href="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/reverse-osmosis.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-439" title="reverse osmosis" src="http://belajarkimia.com/wp-content/uploads/2010/07/reverse-osmosis-286x300.jpg" alt="osmosis balik" width="286" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2010/07/tekanan-osmotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Tekanan Osmotik Untuk Menentukan Mr Protein</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Koligatif Larutan]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan osmotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Suatu alat pengukur tekanan osmotic dipergunakan untuk menentukan massa molar suatu protein. 0,150 gram protein dilarutkan dalam 100 mL air pada suhu 3000K dan peralatan tersebut menunjukkan kenaikan 5 cm pada kolom air. Sebagai perbandingan diperlukan kenaikan 10 m air pada kolom air untuk tekanan sebanding dengan 1 atm. Hitung Mr protein tersebut. Jawab: Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu alat pengukur tekanan osmotic dipergunakan untuk menentukan massa molar suatu protein. 0,150 gram protein dilarutkan dalam 100 mL air pada suhu 300<sup>0</sup>K dan peralatan tersebut menunjukkan kenaikan 5 cm pada kolom air. Sebagai perbandingan diperlukan kenaikan 10 m air pada kolom air untuk tekanan sebanding dengan 1 atm. Hitung Mr protein tersebut.</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Jika kenaikan 10 m pada kolom air setara dengan 1 atm maka kenaikan 0,05 m akan setara dengan tekanan sebesar:</p>
<p>= 0,05/10 x 1 atm<br />
= 0,005 atm</p>
<p>Tekanan osmotic dirumuskan dengan:</p>
<p>? = MRT<br />
0,005 = M x 0,08205 x 300<br />
0,005 = 24,615 M<br />
M = 2,03 x 10<sup>-4</sup> molar</p>
<p>Mol protein diperoleh dengan cara:</p>
<p>M = mol / V<br />
mol = M x V<br />
mol = 2,03 x 10<sup>-4</sup> x 0,1<br />
mol = 2,03 x 10<sup>-5</sup></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>Dan massa molekul relative protein adalah:</p>
<p>Mol = g / Mr<br />
Mr = g / mol<br />
Mr = 0.150 g / 2,03 x 10<sup>-5</sup></p>
<p>Mr = 7385</p>
<p>Massa molekul relative protein tersebut adalah cukup besar mengingat protein adalah polier dari asam amino.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2009/08/menggunakan-tekanan-osmotik-untuk-menentukan-mr-protein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Masa Molekul relatif (Mr) protein Dari Tekanan Osmotik</title>
		<link>http://belajarkimia.com/2008/08/mencari-masa-molekul-relatif-mr-protein-dari-tekanan-osmotik/</link>
		<comments>http://belajarkimia.com/2008/08/mencari-masa-molekul-relatif-mr-protein-dari-tekanan-osmotik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 13:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigoMorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soal-soal Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[soal-soal sifat koligatif]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan osmotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarkimia.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Soal-soal Kimia 0,15 gram suatu sampel yang merupakan protein murni dilarutkan dalam air hingga volumenya 2,0 mL. Apabila tekanan osmotik dari larutan protein tersebut adalah 18,6 torr pada 250C maka hitunglah massa molekul relatif protein tersebut? Pembahasan soal-soal Kimia Ini adalah salah satu contoh penerapan tekanan osmotik unutk mencari massa molekul relatif dari suatu zat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p><span style="color: #000000;">0,15 gram suatu sampel yang merupakan protein murni dilarutkan dalam air hingga volumenya 2,0 mL. Apabila tekanan osmotik dari larutan protein tersebut adalah 18,6 torr pada 25<sup>0</sup>C maka hitunglah massa molekul relatif protein tersebut?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Pembahasan soal-soal Kimia</span></strong></p>
<p>Ini adalah salah satu contoh penerapan tekanan osmotik unutk mencari massa molekul relatif dari suatu zat. Teknik ini masih banyak dilakaukan oleh peneliti untuk menentukan Mr dari zat-zat hasil isolasi mereka, Mengapa? dengan mengetahui Mr zat yang diteliti maka kita nantinya bisa mempreiksikan struktur, sifat, dan komposisi zat tersebut. Ingat bahwa R dalam rumus tekanan osmotik menggunakan satuan atm sehingga kita perlu unutk merubah satuan tekanan dari torr ke atm.</p>
<p style="text-align: justify;">1 atm = 760 torr<br />
18,6 torr = 18,6 torr / 760 torr x 1 atm<br />
18,6 torr = 0.024 atm</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">tekanan osmotik dicari dengan menggunakan rumus berikut:<br />
0,024 = M x 0.082 x 298<br />
M = 9,82&#215;10<sup>-4</sup> molar</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">setelah kita mendapatkan molaritasnya maka kita tinggal mencari mol untuk mendapatkan Mr protein tersebut, sehingga:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">mol protein<br />
= M x V<br />
=  9,82&#215;10<sup>-4</sup> x 2<br />
= 1,96&#215;10<sup>-4</sup> mmol<br />
= 1,96&#215;10<sup>-6</sup> mol</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><span style="color: #000000;">Mr protein diperoleh<br />
= massa protein / mol protein<br />
= 0,15 g /  1,96&#215;10<sup>-6</sup> mol<br />
= 76362,5</span></p>
<p style="text-align: justify;">besar bukan? ya memang Mr protein sangat besar mengingat protein adalah polimer yang dibangun dari banyak asam amino, protein dengan Mr diatas tergolong masih dalam ukuran kecil sebab banyak protein diketemukan dengan Mr hingga ratusan ribu gram/mol.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarkimia.com/2008/08/mencari-masa-molekul-relatif-mr-protein-dari-tekanan-osmotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

